Dari Kamojang ke Maluku, Panas Bumi Disebut Mampu Gerakkan Ekonomi Daerah

Dari Kamojang ke Maluku, Panas Bumi Disebut Mampu Gerakkan Ekonomi Daerah

Jakarta — Sekretaris Jenderal Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Sarulla Operation Limited, Riza Pasikki, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi panas bumi mencapai 24.000 megawatt (MW). Namun, hingga saat ini baru sekitar 2.740 MW atau sekitar 12 persen yang berhasil dimanfaatkan menjadi energi listrik.

Hal tersebut disampaikan Riza saat diwawancarai Pemimpin Redaksi INAnews TV, Helmi Romdhoni, dalam program Prime Time, Rabu (20/5/2026).

“Masih ada sekitar 88 persen yang belum dimanfaatkan. Potensinya masih sangat besar,” ujar Riza.

Menurutnya, panas bumi merupakan salah satu sumber energi yang benar-benar terbarukan karena proses pengelolaannya bersifat siklikal. Fluida yang diproduksi dari dalam bumi untuk menghasilkan listrik akan diinjeksikan kembali ke reservoir, dipanaskan ulang oleh magma, lalu kembali dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Selain itu, emisi karbon yang dihasilkan pembangkit panas bumi sangat rendah, hanya sekitar 0,1 persen dibandingkan pembangkit listrik tenaga batu bara dengan kapasitas yang sama.

Riza menjelaskan, pengembangan panas bumi di Indonesia dimulai sejak beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Garut, pada 1983. Hingga kini, lapangan panas bumi tersebut telah beroperasi lebih dari empat dekade. Potensi panas bumi terbesar Indonesia sendiri berada di sepanjang jalur Bukit Barisan di Pulau Sumatera.

Target Ambisius 5.200 MW

Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas panas bumi sebesar 5.200 MW dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Target tersebut hampir dua kali lipat dari total kapasitas panas bumi yang telah dibangun sejak Indonesia merdeka.

Target ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement untuk mencapai net zero emission pada 2060.

“Antara 2025 sampai 2034 ditargetkan penambahan 5.200 MW. Secara target, pemerintah memiliki ambisi yang besar,” kata Riza.

Terkendala Tarif dan Minim Insentif

Meski memiliki potensi besar, pengembangan panas bumi masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dari sisi komersialisasi dan keekonomian proyek.

Riza menilai industri panas bumi merupakan sektor yang padat modal, padat teknologi, dan memiliki risiko eksplorasi tinggi. Di sisi lain, harga jual listrik panas bumi kepada PLN masih diatur pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022.

“IRR proyek panas bumi saat ini sangat tidak atraktif, bahkan di bawah 5 persen. Karena itu, industri membutuhkan insentif dari pemerintah,” tegasnya.

Asosiasi Panas Bumi Indonesia mendorong pemerintah untuk memberikan berbagai insentif fiskal, revisi tarif listrik panas bumi, serta kepastian regulasi yang konsisten guna mempercepat investasi di sektor ini.

Riza menyebut, pemerintah saat ini tengah mengkaji revisi terhadap Perpres Nomor 112 Tahun 2022 sebagai upaya memperbaiki iklim investasi energi baru terbarukan, termasuk panas bumi.

Luruskan Mitos di Masyarakat

Dalam kesempatan itu, Riza juga meluruskan sejumlah kekhawatiran masyarakat terkait pengembangan panas bumi.

Ia menegaskan bahwa aktivitas panas bumi tidak mengganggu cadangan air tanah karena reservoir panas bumi berada pada kedalaman sekitar 2.000 hingga 3.000 meter, jauh di bawah kedalaman sumur air masyarakat yang rata-rata hanya sekitar 100 meter.

Terkait penggunaan lahan, ia menjelaskan bahwa wilayah kerja panas bumi yang terlihat sangat luas di atas peta sebenarnya lebih banyak merujuk pada area bawah tanah. Sementara lahan permukaan yang dibuka untuk fasilitas produksi relatif kecil, umumnya tidak lebih dari 300 hektare.

“Berbeda dengan tambang terbuka batu bara yang membuka lahan dalam skala besar,” jelasnya.

Namun demikian, Riza mengakui industri panas bumi pernah mengalami insiden serius, salah satunya kasus paparan gas H2S di Sorik Marapi pada 2021 yang menyebabkan lima warga meninggal dunia.

“Itu menjadi kelemahan yang harus kami akui dan perbaiki. Sejak kejadian tersebut, tidak ada lagi fatality akibat paparan H2S,” katanya.

Pemantik Ekonomi Daerah

Riza menilai pengembangan panas bumi juga dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di kawasan Indonesia Timur seperti Maluku yang masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik.

Ia mencontohkan keberhasilan Star Energy menemukan potensi panas bumi sebesar 60 MW di lapangan Hamiding, Maluku.

Menurutnya, peningkatan ketahanan listrik akan mendorong masuknya investasi industri, mulai dari pembangunan cold storage hingga smelter.

“Kalau ketahanan listrik di Maluku meningkat, investor akan lebih tertarik masuk. Geotermal bisa menjadi pemantik kegiatan ekonomi yang pada akhirnya menghasilkan ekspor,” pungkasnya. (**)

Patroli Humanis Koramil 02/TB, Warga Tambora Merasa Lebih Aman

Patroli Humanis Koramil 02/TB, Warga Tambora Merasa Lebih Aman

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat terus meningkatkan patroli malam guna mengantisipasi aksi tawuran remaja dan balap liar di wilayah Kecamatan Tambora.

Kegiatan patroli dilaksanakan pada Kamis (21/5/2026) malam hingga Jumat dini hari dengan dipimpin Serda Ahmad Yani bersama personel gabungan yang terdiri dari Babinsa, Wanra, dan mitra keamanan wilayah.

Patroli dimulai dari Makoramil 02/Tambora sekitar pukul 22.00 WIB dengan menyisir sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas, di antaranya Jalan Kopi, Jalan Tiang Bendera V, Jalan Bandengan Selatan, Jalan Pekojan III, Jalan Pangeran Tubagus Angke, Jalan Gedong Panjang, hingga kawasan Pejagalan Raya.

Selain melakukan patroli mobile, personel juga melaksanakan pengecekan di beberapa titik strategis seperti Gereja Sidang Jemaat Allah, Kantor Kelurahan Pekojan, Masjid Anaweer, SMPN 32, serta SMKN 9 Jakarta.

Serda Ahmad Yani mengatakan kegiatan patroli rutin malam hari merupakan bentuk kesiapsiagaan aparat teritorial dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan terjadinya tawuran maupun aksi balap liar.

“Patroli ini kami lakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan keamanan, terutama tawuran remaja dan balap liar yang kerap meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Dalam patroli tersebut, petugas juga memberikan imbauan kepada sejumlah warga dan remaja yang masih berkumpul pada malam hari agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Hingga patroli selesai pada pukul 00.00 WIB, situasi wilayah terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya kejadian menonjol maupun aktivitas yang mengarah pada gangguan kamtibmas.

Melalui kegiatan ini, Koramil 02/TB menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus memperkuat sinergi bersama masyarakat demi menciptakan wilayah Tambora yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga.

(Pendim 0503/JB) 

Wujud Nyata Kesiapsiagaan, Koramil 02/TB Monitoring Wilayah Hingga Dini Hari

Wujud Nyata Kesiapsiagaan, Koramil 02/TB Monitoring Wilayah Hingga Dini Hari

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat terus meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan wilayah guna mengantisipasi potensi genangan air maupun banjir akibat perubahan cuaca di wilayah Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Berdasarkan hasil monitoring wilayah yang dilakukan pada Jumat (22/5/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, seluruh wilayah binaan Koramil 02/TB terpantau dalam kondisi aman dan tidak ditemukan adanya genangan air maupun banjir.

Adapun wilayah yang dilakukan pemantauan meliputi Kelurahan Roa Malaka, Duri Utara, Duri Selatan, Angke, Pekojan, Krendang, Tambora, Tanah Sereal, Kali Anyar, Jembatan Besi, hingga Jembatan Lima.

Dari hasil pengecekan personel di lapangan, seluruh wilayah tersebut dilaporkan nihil genangan air. Selain itu, tidak ditemukan adanya pohon tumbang maupun gangguan lain yang dapat menghambat aktivitas masyarakat.

Meski kondisi cuaca terpantau mendung, aparat Koramil 02/TB tetap siaga dan terus melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Danramil 02/Tambora menegaskan bahwa monitoring wilayah dilakukan secara rutin sebagai bentuk kesiapan aparat teritorial dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami terus melakukan pemantauan wilayah secara berkala untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman dan kondusif. Kehadiran aparat di tengah masyarakat juga sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana maupun gangguan wilayah lainnya,” ujarnya.

Koramil 02/TB juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan saluran air tetap lancar guna meminimalisir risiko genangan dan banjir.

Dengan sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat, diharapkan situasi wilayah Kecamatan Tambora tetap aman, nyaman, dan terbebas dari potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.

(Pendim 0503/JB) 

Wujudkan Wilayah Aman dan Kondusif, Koramil 02/TB Intensifkan Pam Swakarsa

Wujudkan Wilayah Aman dan Kondusif, Koramil 02/TB Intensifkan Pam Swakarsa

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Dalam upaya memperkuat keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat, Babinsa Kelurahan Krendang Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat, Serda Ahmad Yani, melaksanakan kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dan Pengamanan Swakarsa di wilayah Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Kamis (21/5/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Krendang Selatan RT 05 RW 07 tersebut melibatkan petugas PPSU, Bpk Aris, serta petugas pengamanan dalam (Pamdal), Bpk Angit.

Dalam kegiatan tersebut, Serda Ahmad Yani memberikan arahan dan imbauan kepada petugas jaga malam agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada jam-jam rawan menjelang dini hari.

Babinsa menekankan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas keluar masuk di lingkungan kantor kelurahan maupun permukiman warga sekitar guna mengantisipasi tindak kriminalitas dan gangguan keamanan lainnya.

Selain itu, petugas jaga juga diimbau untuk memperketat patroli lingkungan secara berkala dengan sistem body system demi menjaga keselamatan dan kekompakan saat bertugas.

“Babinsa mengingatkan agar petugas selalu menyiapkan perlengkapan pendukung siskamling seperti tongkat, alat komunikasi HT, telepon genggam, dan perlengkapan lainnya yang diperlukan dalam menunjang keamanan lingkungan,” ujar Serda Ahmad Yani di sela kegiatan.

Ia juga meminta apabila ditemukan hal-hal mencurigakan atau terjadi gangguan keamanan, petugas segera berkoordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun pengurus RT dan RW agar dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.

Tak hanya fokus pada keamanan lingkungan, Babinsa juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan diri selama menjalankan tugas malam hari agar pelayanan keamanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

Kegiatan Siskamling dan Pengamanan Swakarsa tersebut berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan antara aparat kewilayahan dan unsur masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Koramil 02/Tambora terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah sekaligus mempererat sinergi bersama masyarakat demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

(Pendim 0503/JB) 

Penilaian Kampung Pancasila RW 02 Pekojan Berlangsung Meriah, Perkuat Nilai Persatuan dan Ketahanan Pangan

Penilaian Kampung Pancasila RW 02 Pekojan Berlangsung Meriah, Perkuat Nilai Persatuan dan Ketahanan Pangan

Jakarta Barat — Kegiatan penilaian Kampung Pancasila di wilayah RW 02 Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan pada Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kembali nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat, mulai dari gotong royong, ketahanan pangan, pemberdayaan UMKM, hingga pembinaan generasi muda.

Hadir dalam kegiatan tersebut Tim Penilai Kampung Pancasila, yakni:

  • Waaster Letkol Inf Rully selaku Wakil Ketua Tim Penilai,
  • Pabandya Komsos Letkol Arm Chandra sebagai Penilai 1,
  • Pabandya Wanwil Letkol Inf Roy sebagai Penilai 2,
  • Pabanda Wanwil Mayor Inf Zainal selaku Koordinator Lapangan,
  • Pabanda Puanter Mayor Inf Abduh sebagai Penilai 3,
  • serta Pabanda Bakti Kapten Inf Sagala sebagai Penilai 4.

Turut hadir pula jajaran Forkopimcam dan unsur kewilayahan, di antaranya:

  • Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Inf Saputra Hakki,
  • Danramil Tambora Mayor Cke Wahidin,
  • AKP Sudargo mewakili Kapolsek Tambora,
  • Camat Tambora Pangestu Aji,
  • Lurah Pekojan Sulistyowati,
  • serta Ketua RW 02 Pekojan Acep Budi Wijaya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan Kampung Pancasila di wilayah RW 02 Pekojan. Unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, karang taruna, hingga warga setempat turut menyambut kegiatan dengan penuh antusias.

Komitmen Menjaga Nilai-Nilai Pancasila

Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Inf Saputra Hakki menegaskan komitmennya dalam mendukung keberadaan Kampung Pancasila sebagai sarana memperkuat nilai persatuan dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.

“Kami berkomitmen mendukung Kampung Pancasila sebagai ruang penguatan nilai persatuan, gotong royong, ketahanan pangan, dan cinta tanah air. Semoga program ini terus berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi warga,” ujar Letkol Inf Saputra Hakki.

Sementara itu, Camat Tambora Pangestu Aji mengapresiasi sinergitas antara Kodim, Danramil, pemerintah wilayah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga dalam menciptakan lingkungan yang hijau, produktif, dan bermanfaat.

Menurutnya, keterbatasan lahan di wilayah Pekojan tidak menjadi hambatan bagi masyarakat untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan dan pemberdayaan lingkungan.

“Kami dari Kecamatan Tambora sangat mengapresiasi sinergitas Kodim, Danramil, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga. Dengan keterbatasan lahan yang ada di Pekojan, masyarakat tetap mampu menciptakan situasi yang hijau dan produktif, terutama dalam mendukung ketahanan pangan,” ujar Pangestu Aji.

Pancasila Harus Hidup di Tengah Masyarakat

Waaster Letkol Inf Rully selaku Wakil Ketua Tim Penilai menjelaskan bahwa Program Kampung Pancasila lahir dari keprihatinan terhadap mulai memudarnya nilai-nilai Pancasila di lingkungan masyarakat.

Program tersebut diinisiasi sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila agar tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai Pancasila harus dihidupkan kembali, bukan hanya sebagai slogan, tetapi diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Semua ini dapat terwujud berkat bantuan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh unsur yang mendukung, sehingga Pancasila tetap hidup di tengah masyarakat,” ungkap Letkol Inf Rully.

Adapun indikator penilaian Kampung Pancasila meliputi:

  • ketahanan pangan,
  • urban farming,
  • perikanan,
  • peternakan,
  • UMKM,
  • pembinaan karang taruna,
  • olahraga,
  • dialog intelektual,
  • pembinaan warga negara,
  • serta penggunaan media sosial sebagai sarana edukasi dan informasi publik.

Dimeriahkan Pentas Seni dan Budaya

Selain menampilkan program ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat, kegiatan penilaian Kampung Pancasila RW 02 Pekojan juga dimeriahkan dengan penampilan barongsai, pencak silat, dan tarian daerah oleh anak-anak TK PAUD Bintang Ceria.

Penampilan tersebut menjadi sarana pengenalan nilai budaya, keberagaman, cinta tanah air, dan pelestarian seni tradisional kepada anak-anak sejak usia dini.

Lurah Pekojan Sulistyowati turut menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan Kampung Pancasila di wilayah RW 02. Menurutnya, program tersebut mampu meningkatkan peran pemuda, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga semangat kebersamaan warga.

Sementara itu, Ketua RW 02 Pekojan Acep Budi Wijaya menilai tantangan terbesar saat ini adalah menjaga semangat persatuan dan gotong royong di tengah perkembangan zaman dan teknologi.

“Tantangannya adalah bagaimana kita merangkul warga agar nilai-nilai Pancasila tetap hidup meskipun zaman terus berkembang. Jangan sampai perkembangan zaman mengikis semangat kebersamaan. Karena itu, semua harus bersatu, saling mendukung, dan menjaga lingkungan agar tetap rukun,” ujar Acep Budi Wijaya.

Melalui kegiatan ini, RW 02 Pekojan menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk menciptakan lingkungan yang produktif, hijau, dan bermanfaat.

Dengan semangat gotong royong, warga mampu mengembangkan program ketahanan pangan, UMKM, pembinaan pemuda, hingga kegiatan sosial yang mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila.

Kampung Pancasila RW 02 Pekojan diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara nyata melalui tindakan, kepedulian, persatuan, dan semangat membangun lingkungan yang rukun serta berdaya.

Rill/Lala/Pray

Pangdam III/Siliwangi Diwakili Danrem Resmi Tutup TMMD ke-128 Kodim 0621/Kabupaten Bogor

Pangdam III/Siliwangi Diwakili Danrem Resmi Tutup TMMD ke-128 Kodim 0621/Kabupaten Bogor

BOGOR — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0621/Kabupaten Bogor resmi ditutup melalui upacara khidmat pada Kamis (21/5/2026). Penutupan tersebut menandai rampungnya seluruh target sasaran fisik maupun nonfisik yang telah dilaksanakan selama satu bulan penuh.

Upacara penutupan digelar di wilayah pelaksanaan TMMD dan dihadiri langsung oleh Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Thomas Rajunio, S.I.P., B.S., M.Tr.(Han.) mewakili Pangdam III/Siliwangi.

Turut hadir Bupati Bogor Rudy Susmanto, S.Si., Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara, S.H., Wakil Bupati Bogor Ade H. Ruahandi, S.E., Wakapolres Bogor Kompol Rizka Fadhila, S.H., S.I.K., jajaran Forkopimda Kabupaten Bogor, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta organisasi kepemudaan setempat.

Komandan Kodim 0621/Kabupaten Bogor selaku Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Inf Rizal Dwijayanto, S.E., M.I.P., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya program TMMD.

“TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan wadah terbesar untuk merawat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Hasil yang kita lihat hari ini adalah bukti nyata tekad bersama dalam membangun daerah tertinggal demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Letkol Inf Rizal Dwijayanto.

Selama pelaksanaan 30 hari, Satgas TMMD ke-128 berhasil menyelesaikan sejumlah program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sasaran Fisik Utama

Program fisik meliputi pembukaan dan pengerasan akses jalan yang dilanjutkan dengan pengaspalan hotmix penghubung antar kampung dan desa. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selain itu, Satgas TMMD juga melaksanakan:

  • Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
  • Pembangunan fasilitas sanitasi dan MCK
  • Penyediaan sarana air bersih dan sumur bor
  • Perbaikan sarana ibadah masyarakat

Program Nonfisik

Selain pembangunan infrastruktur, TMMD ke-128 juga menghadirkan berbagai penyuluhan kepada masyarakat, di antaranya:

  • Wawasan kebangsaan
  • Kesadaran hukum
  • Bahaya narkoba
  • Edukasi kesehatan keluarga
  • Pencegahan stunting

Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan dinas terkait guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi TNI dalam membantu percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Bogor.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi TNI melalui program TMMD. Sinergi antara anggaran pemerintah daerah, tenaga TNI, dan dukungan masyarakat terbukti efektif dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok yang sulit dijangkau,” ungkap Rudy Susmanto kepada awak media.

Dengan diserahterimakannya hasil program TMMD ke-128 kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, Kodim 0621/Kabupaten Bogor mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Acara penutupan ditandai dengan:

  • Penandatanganan berita acara serah terima hasil TMMD
  • Pembagian kunci rumah secara simbolis
  • Penyaluran paket sembako kepada warga kurang mampu
  • Pemotongan pita jalan penghubung Desa Banyuasih dan Desa Tegalega sebagai simbol rampungnya pembangunan infrastruktur TMMD ke-128.

Sweeping Gabungan di Lebaksiu Kab Tegal, Tiga Terduga Penjual Obat Ilegal Diamankan

Sweeping Gabungan di Lebaksiu Kab Tegal, Tiga Terduga Penjual Obat Ilegal Diamankan

TEGAL — Aparat gabungan dari Koramil 15/Lebaksiu bersama Staf Intel dan Unit Intel Kodim 0712/Tegal melaksanakan operasi sweeping terhadap dugaan peredaran obat ilegal di wilayah Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Selasa malam, 19 Mei 2026.

Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat terkait aktivitas penjualan obat-obatan ilegal yang dinilai meresahkan warga dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar, khususnya bagi kalangan generasi muda.

Saat tiba di lokasi, petugas berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam aktivitas penjualan obat ilegal beserta sejumlah barang bukti. Di antaranya uang tunai hasil transaksi senilai Rp8.635.000, tiga unit telepon genggam, satu unit sepeda motor, serta ratusan paket obat golongan G yang diduga diperjualbelikan secara ilegal.

Selain melakukan pengamanan terhadap para terduga pelaku dan barang bukti, petugas juga melakukan pembongkaran penutup lapak berupa seng guna mencegah lokasi tersebut kembali digunakan sebagai tempat aktivitas serupa.

Pasi Intel Kodim 0712/Tegal, Kapten Cpm Aries Kusbianto, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat terhadap informasi yang disampaikan masyarakat sekaligus upaya menjaga stabilitas keamanan wilayah.

"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat yang peduli terhadap kondisi lingkungannya. Kami bersama unsur terkait berkomitmen menjaga situasi wilayah agar tetap aman dan kondusif, termasuk menekan peredaran obat-obatan ilegal yang berpotensi merusak generasi muda," ujar Aries.

Ia menambahkan, pencegahan terhadap peredaran obat ilegal membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari aparat kewilayahan hingga partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi secara berkelanjutan.

Operasi berlangsung dalam keadaan aman dan tertib. Selanjutnya, ketiga terduga pelaku beserta barang bukti telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

(Pendim 0712/Tegal)