Bangunan Diduga Tidak Sesuai Izin PBG Menjamur di Pulogadung, Warga Minta Pengawasan Diperketat

Bangunan Diduga Tidak Sesuai Izin PBG Menjamur di Pulogadung, Warga Minta Pengawasan Diperketat

Jakarta – Dugaan pelanggaran terhadap Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kembali mencuat di wilayah Pulomas Raya, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Sejumlah bangunan yang diduga tidak sesuai dengan izin yang dimiliki disebut masih terus berdiri dan dalam proses pembangunan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat bangunan yang mengantongi PBG untuk rumah tinggal tiga lantai, namun dalam pelaksanaannya diduga dibangun dengan fungsi berbeda, seperti perkantoran, ruko, maupun wisma. Praktik serupa disebut kerap ditemukan pada sejumlah proyek pembangunan di wilayah Jakarta Timur, khususnya Kecamatan Pulogadung.

Selain dugaan perubahan fungsi bangunan, proyek tersebut juga diduga tidak sesuai dengan ketentuan Informasi Rencana Kota (IRK). Beberapa pelanggaran yang disoroti antara lain Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan Koefisien Luas Bangunan (KLB) yang diduga melebihi ketentuan. Luas bangunan disebut terbangun hampir 100 persen, sementara ketentuan IRK mengatur kapasitas sekitar 60 persen, sehingga ruang terbuka di bagian belakang bangunan diduga tidak tersedia sebagaimana mestinya.

Tak hanya itu, di lokasi proyek juga disebut terdapat fasilitas seperti lift dan kolam renang yang diduga belum dilengkapi dengan rekomendasi atau perizinan teknis yang diperlukan. Bangunan yang menjadi sorotan tersebut berlokasi di Jalan Pulomas Raya 8, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 14.23 WIB, tim gabungan dari TNC Group, GMOCT Media DKI, dan Pena Exposs DKI mendatangi lokasi proyek. Di lokasi, mereka bertemu dengan salah seorang pelaksana proyek bernama Margono.

Menurut keterangan yang disampaikan Margono, proyek tersebut telah menerima Surat Peringatan (SP) 1 dari pihak Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (DCKTRP) Kecamatan Pulogadung. Ia juga menyebut bahwa informasi tersebut telah disampaikan kepada pimpinan vendor atau kontraktor proyek, Kurniawan, yang kemudian mendatangi Kantor Kecamatan Pulogadung untuk berkoordinasi dengan Kasi DCKTRP Kecamatan Pulogadung Wahyu Permono serta petugas Sudin DCKTRP Jakarta Timur bidang Bangunan Gedung, Grace Matiur Gultom.

Pembahasan tersebut berkaitan dengan Surat Peringatan yang ditandatangani Kepala Sudin DCKTRP Jakarta Timur, Wiwit Djalu Adjie.

Namun demikian, hingga saat ini proyek tersebut disebut masih terus berjalan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak mengenai tindak lanjut pengawasan dan penegakan aturan setelah diterbitkannya SP 1.

Sejumlah pihak berharap instansi terkait dapat melakukan pengawasan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Mereka juga meminta agar apabila memang ditemukan pelanggaran terhadap dokumen perizinan maupun rencana teknis bangunan, maka penanganannya dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam pemberitaan ini, dugaan mengenai adanya gratifikasi maupun pelanggaran hukum lainnya merupakan klaim dari narasumber dan belum terbukti secara hukum. Oleh karena itu, diperlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait, termasuk DCKTRP Provinsi DKI Jakarta, Sudin DCKTRP Jakarta Timur, serta pihak pengembang atau kontraktor proyek.

Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat melakukan evaluasi terhadap pengawasan pembangunan gedung agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan, sehingga tata ruang kota tetap terjaga dan penerimaan daerah dari sektor perizinan dapat dioptimalkan.

Red/Emy

Resmi Berdiri, LBH Jangkar Hadir Perluas Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat

Resmi Berdiri, LBH Jangkar Hadir Perluas Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat

Jakarta Barat, penaxpose.com – Upaya memperluas akses masyarakat terhadap keadilan terus diperkuat dengan diresmikannya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jangkar pada Minggu (19/7/2026). Bertempat di Kantor LBH Jangkar, Jalan Pengukiran IV RT 02/RW 02, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, lembaga ini resmi hadir sebagai wadah pendampingan hukum yang mengedepankan profesionalisme, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Mengusung tema "Mengabdi untuk Keadilan", peresmian LBH Jangkar dihadiri berbagai unsur pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi profesi, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi simbol kuatnya dukungan terhadap lahirnya lembaga yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan hukum yang mudah diakses.

Turut hadir dalam acara tersebut Abdul Azis Muslim, perwakilan Kementerian Hukum Suwandi, Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Barat Holi Susanto, Camat Tambora, Kapolsek Tambora, Danramil Tambora, Ketua DPP LBH Jangkar Andri Maulana, SH., MH., Sekretaris Jenderal DPP LBH Jangkar Lala Komalawati, SH., Dewan Pembina Persadin DPW DKI Jakarta Awi, Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kun Wardhana, Lurah Pekojan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Ormas FBR, serta para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Barat, Holi Susanto, menilai kehadiran LBH Jangkar menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum.

"Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat, khususnya di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat hingga Indonesia. Manfaatkan keberadaan LBH Jangkar ketika menghadapi persoalan hukum. Semoga lembaga ini terus konsisten mengabdi dan memperjuangkan keadilan bagi masyarakat," ujarnya.

Selain menyoroti pentingnya bantuan hukum, kegiatan ini juga menghadirkan pandangan mengenai perkembangan teknologi. Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Kun Wardhana, mengingatkan masyarakat agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara bijaksana.

Menurutnya, teknologi AI dapat memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, namun di sisi lain juga berpotensi disalahgunakan untuk berbagai bentuk kejahatan digital apabila tidak digunakan secara bertanggung jawab.

Kun Wardhana juga mengulas makna filosofis nama "Jangkar" sebagai lambang keteguhan dan harapan.

"Jangkar menjaga kapal tetap teguh saat menghadapi ombak. Begitu pula LBH Jangkar, semoga menjadi tempat bersandar bagi masyarakat yang sedang menghadapi persoalan hukum serta mampu menghadirkan rasa keadilan," tuturnya.

Prosesi peluncuran ditandai dengan peresmian oleh perwakilan Kementerian Hukum yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas berdirinya LBH Jangkar. Momen tersebut disusul penyerahan potongan tumpeng kepada para tamu kehormatan sebagai simbol sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi profesi, dan masyarakat dalam memperkuat pelayanan hukum.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai seluruh rangkaian acara hingga penutupan yang ditandai dengan foto bersama dan ramah tamah.

Melalui kehadirannya, LBH Jangkar diharapkan tidak hanya menjadi tempat memberikan pendampingan hukum, tetapi juga berperan aktif dalam edukasi hukum, advokasi, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat "Mengabdi untuk Keadilan", LBH Jangkar berkomitmen menjadi mitra masyarakat dalam mewujudkan penegakan hukum yang adil, profesional, dan dapat diakses oleh semua kalangan tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi. (Yansen) 

Festival Tari Kreasi Betawi 2026 Meriah, Bamus Suku Betawi 1982 Siapkan Penari Muda Menuju Panggung Dunia

Festival Tari Kreasi Betawi 2026 Meriah, Bamus Suku Betawi 1982 Siapkan Penari Muda Menuju Panggung Dunia

Jakarta Barat, penaxpose.com – Aula Universitas Mercu Buana dipenuhi semangat pelestarian budaya saat Badan Musyawarah (Bamus) Suku Betawi 1982 menggelar Festival Budaya Betawi: Lomba Tari Kreasi Betawi 2026, Sabtu (18/7/2026). Ajang yang memasuki penyelenggaraan tahun kedua ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni tari Betawi.

Festival tersebut merupakan bagian dari program hibah Bamus Suku Betawi 1982 yang dilaksanakan oleh DPD Bamus Suku Betawi 1982 Jakarta Barat sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan Jakarta menuju kota bertaraf global.

Ketua DPD Bamus Suku Betawi 1982 Jakarta Barat, H. Abdullah, S.Sos atau yang akrab disapa H. Baap, mengatakan festival ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi para pelaku seni sejak usia dini.

"Melalui kegiatan ini kami ingin melahirkan generasi muda yang bangga terhadap budaya Betawi serta mampu menjaga dan mengembangkan seni tari sebagai warisan leluhur," ujarnya.

Untuk menjamin objektivitas penilaian, Bamus Suku Betawi 1982 kembali mempercayakan proses penjurian kepada Ketua Asosiasi Seniman Tari Indonesia (ASETI), Atin Kisam, bersama tim juri yang berpengalaman di bidang seni tari.

Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, H. Zainuddin atau Haji Oding, menegaskan bahwa organisasinya memiliki visi besar menjadikan sanggar-sanggar Betawi semakin dikenal dan mendapat ruang tampil dalam berbagai agenda resmi pemerintah maupun kegiatan berskala nasional.

"Kami berharap sanggar-sanggar binaan Bamus Suku Betawi 1982 dapat terus berkembang dan memperoleh kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sehingga seni budaya Betawi semakin dikenal masyarakat luas," katanya.

Kemeriahan festival sudah terasa sejak awal acara ketika seluruh peserta, dewan juri, dan tamu undangan bersama-sama mengikuti flashmob Tari Lenggang Nyai. Momen tersebut menciptakan suasana penuh semangat sekaligus memperlihatkan kekompakan seluruh peserta dalam merayakan budaya Betawi.

Sebanyak 15 peserta dari berbagai sanggar seni dan SMP di Jakarta Barat menampilkan kemampuan terbaik mereka melalui beragam tarian khas Betawi, seperti Tari Nandak Ganjen, Tari Lenggang Nyai, dan Tari Zapin Melayu Betawi. Kreativitas, penguasaan teknik, hingga ekspresi para penari mendapat apresiasi dari dewan juri.

Setelah melalui proses penilaian, Sanggar Novi berhasil meraih Juara I dengan penampilan Tari Nandak Ganjen. Sanggar Aliskya Denali menempati Juara II lewat Tari Lenggang Nyai, sementara SMP Negeri 248 Jakarta meraih Juara III melalui Tari Zapin Melayu Betawi.

Festival ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982 Haji Oding beserta Sekjen Bang Ihsan, perwakilan Wali Kota Jakarta Barat melalui Camat Kembangan, unsur Polres Metro Jakarta Barat, Kodim 0503/Jakarta Barat, Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat, Suku Badan Kesbangpol Jakarta Barat, KPU Jakarta Barat, FKDM Kota Administrasi Jakarta Barat, serta berbagai tokoh masyarakat.

Melalui Festival Tari Kreasi Betawi 2026, Bamus Suku Betawi 1982 kembali menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga tradisi, tetapi juga harus diwujudkan melalui pembinaan generasi muda. Dengan langkah tersebut, seni tari Betawi diharapkan semakin eksis dan mampu menjadi bagian penting dalam memperkenalkan identitas budaya Jakarta di tingkat nasional hingga internasional. (Yansen) 

Koramil 02/Tambora Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar Demi Keamanan Warga

Koramil 02/Tambora Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar Demi Keamanan Warga

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Koramil 02/Tambora terus meningkatkan upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah melalui patroli malam rutin guna mengantisipasi aksi tawuran remaja, balap liar, dan potensi gangguan kamtibmas lainnya di wilayah Kecamatan Tambora, Kamis malam (16/7/2026).

Patroli dipimpin Serda Ahmad Yani bersama personel Babinsa, Wanra, dan Mitra Koramil dengan menyusuri sejumlah titik yang dinilai rawan, di antaranya Jalan Kopi, Jalan Tiang Bendera V, Jalan Bandengan Selatan, kawasan Gereja Sidang Jemaat Allah, Kantor Kelurahan Pekojan, Masjid Anaweer, SMPN 32, hingga SMKN 9 sebelum kembali ke Makoramil 02/Tambora.

Selama patroli, personel melakukan pemantauan situasi, berdialog dengan warga, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Danramil 02/Tambora Mayor Inf Tubagus Abdul Halim menegaskan bahwa patroli malam merupakan langkah preventif yang rutin dilaksanakan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya aksi tawuran, balap liar, maupun tindak kriminalitas.

"Koramil 02/Tambora akan terus hadir di tengah masyarakat melalui patroli wilayah dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Kehadiran Babinsa di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini," ujar Mayor Tubagus.

Hasil patroli menunjukkan situasi di seluruh wilayah yang dilalui terpantau aman dan kondusif, tanpa ditemukan kejadian menonjol maupun aktivitas yang mengganggu ketertiban masyarakat.

Koramil 02/Tambora berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli dan pembinaan wilayah sebagai bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat, sehingga keamanan dan kenyamanan warga Kecamatan Tambora tetap terjaga setiap saat.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/Tambora Dukung Operasi Bina Tertib Praja, Wujudkan Wilayah Tertib, Aman, dan Nyaman

Koramil 02/Tambora Dukung Operasi Bina Tertib Praja, Wujudkan Wilayah Tertib, Aman, dan Nyaman

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Koramil 02/Tambora kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan ketertiban umum di wilayah dengan mengikuti Apel Operasi Bina Tertib Praja yang digelar di RPTRA Kalijodo, Jalan Tubagus Angke, RT 07 RW 10, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin Kasatgas Kecamatan Tambora, Deni, dan dihadiri unsur tiga pilar serta instansi terkait. Dari Koramil 02/Tambora hadir Pelda Patton selaku pimpinan personel didampingi Sertu Sarip ST, bersama jajaran Polsek Tambora, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, serta aparat Kecamatan Tambora.

Usai apel, tim gabungan melaksanakan penertiban terhadap pedagang kaki lima yang berjualan di atas trotoar, parkir liar, serta penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menertibkan tiga gerobak pedagang kaki lima yang menggunakan fasilitas umum serta empat orang tunawisma yang tidak memiliki identitas diri.

Danramil 02/Tambora Mayor Inf Tubagus Abdul Halim menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam operasi gabungan merupakan bentuk dukungan TNI terhadap pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

"Koramil 02/Tambora akan terus bersinergi dengan seluruh unsur pemerintah dan aparat terkait untuk menjaga ketertiban umum serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. Penegakan aturan dilakukan secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif," ujar Mayor Tubagus.

Melalui sinergi yang solid antara TNI, Polri, Satpol PP, dan instansi pemerintah, Koramil 02/Tambora berharap budaya tertib di tengah masyarakat semakin meningkat sehingga tercipta wilayah Kecamatan Tambora yang aman, nyaman, bersih, dan kondusif.

Kegiatan Operasi Bina Tertib Praja berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan di wilayah Kecamatan Tambora.

(Pendim 0503/JB) 

Danramil Tambora Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama dan Masyarakat, Wujudkan Wilayah Aman dan Harmonis

Danramil Tambora Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama dan Masyarakat, Wujudkan Wilayah Aman dan Harmonis

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Komandan Koramil (Danramil) 02/Tambora, Mayor Inf Tubagus Abdul Halim, menerima kunjungan silaturahmi sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Makoramil 02/Tambora, Jalan Tiang Bendera III, RT 007/03, Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Kamis (16/7/2026).

Dalam suasana penuh keakraban, hadir Ustaz Tubagus Abdurahman Sidik, Ustaz Jaenal Abidin, Ustaz Sharil Subroto, serta tokoh masyarakat Djamal dan Solahuddin. Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat komunikasi dan memperkuat sinergi antara Koramil 02/Tambora dengan para tokoh di wilayah.

Mayor Inf Tubagus Abdul Halim menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan yang dilakukan para tokoh agama dan masyarakat. Menurutnya, silaturahmi merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan, kebersamaan, serta menciptakan situasi wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan silaturahmi ini. Koramil 02/Tambora selalu terbuka untuk berdiskusi dan bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat demi menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat persaudaraan di wilayah Kecamatan Tambora," ujar Danramil.

Ia menambahkan, silaturahmi tidak hanya mempererat hubungan emosional, tetapi juga menjadi wadah bertukar gagasan, menyamakan persepsi, serta membangun kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Koramil 02/Tambora berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi yang harmonis dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen warga sebagai bagian dari pembinaan teritorial. Melalui sinergi yang kuat, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, damai, serta semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan, mencerminkan eratnya hubungan antara Koramil 02/Tambora dengan para tokoh masyarakat dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di wilayah binaan.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/Tambora Pastikan Wilayah Bebas Banjir, Monitoring Rutin Perkuat Kesiapsiagaan

Koramil 02/Tambora Pastikan Wilayah Bebas Banjir, Monitoring Rutin Perkuat Kesiapsiagaan

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Koramil 02/Tambora terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi dengan melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi wilayah di seluruh Kecamatan Tambora, Kamis (16/7/2026) dini hari.

Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan jajaran Babinsa Koramil 02/Tambora, 11 kelurahan di wilayah Kecamatan Tambora dipastikan dalam kondisi aman tanpa adanya genangan air maupun banjir.

Wilayah yang dipantau meliputi Kelurahan Roa Malaka, Kalianyar, Duri Selatan, Pekojan, Krendang, Duri Utara, Tambora, Tanah Sereal, Angke, Jembatan Besi, dan Jembatan Lima. Seluruhnya terpantau nihil genangan air.

Selain itu, hasil pemantauan juga menunjukkan tidak ditemukan adanya kejadian pohon tumbang maupun kebutuhan pengamanan tubuh (Pam Tubuh), sehingga situasi wilayah tetap aman dan kondusif.

Danramil 02/Tambora Mayor Inf Tubagus Abdul Halim menegaskan bahwa monitoring wilayah dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai langkah antisipatif menghadapi perubahan cuaca yang berpotensi menimbulkan banjir maupun gangguan keamanan lainnya.

"Koramil 02/Tambora melalui para Babinsa terus melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman. Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan sekaligus komitmen TNI dalam memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Mayor Inf Tubagus Abdul Halim.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta aktif membersihkan saluran air guna mencegah terjadinya genangan saat curah hujan tinggi.

Dengan kondisi wilayah yang tetap aman dan bebas banjir, Koramil 02/Tambora memastikan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kesiapsiagaan serta menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan nyaman bagi warga Kecamatan Tambora.

(Pendim 0503/JB)