Alarm Keras Energi Nasional: Stok Tipis, Impor Tinggi, APBN Tertekan

Alarm Keras Energi Nasional: Stok Tipis, Impor Tinggi, APBN Tertekan


JAKARTA – Indonesia saat ini berada dalam kondisi kerentanan energi yang serius. Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat di Selat Hormuz menjadi pengingat keras bagi pemerintah bahwa ketahanan energi nasional sedang berada di titik nadir.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, mengibaratkan kondisi saat ini seperti lampu lalu lintas yang sudah berwarna kuning. 

"Artinya hati-hati, jangan sampai menyentuh merah," ujar Komaidi dalam wawancara di Prime Time INAnews TV, Rabu (22/4/2026).

Data menunjukkan jurang yang lebar antara konsumsi dan produksi. Indonesia mengonsumsi 1,6 juta barel minyak per hari, namun produksi domestik hanya mampu menyuplai 600 ribu barel. Defisit 1 juta barel setiap harinya dipenuhi melalui impor yang seluruhnya melewati Singapura.

Kondisi ini diperparah dengan ancaman penutupan Selat Hormuz. Jalur ini merupakan urat nadi bagi 13% impor minyak mentah dan 20% impor BBM Indonesia. Jika jalur ini terganggu, Indonesia terpaksa beralih mencari pasokan ke wilayah jauh seperti Texas, Amerika Serikat.

"Jarak tempuh dari Arab Saudi hanya 8–12 hari, sementara dari Amerika mencapai 45 hari. Padahal, cadangan operasional kita hanya cukup untuk 25 hari. Stok di sini habis sebelum barang dari Amerika sampai," jelas Komaidi.

Komaidi menyoroti fakta bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara di kawasan yang tidak memiliki Strategic Petroleum Reserve (SPR) atau cadangan energi milik negara. Selama ini, cadangan 25 hari yang sering disebut hanyalah stok operasional milik badan usaha seperti Pertamina, Shell, dan VIVO. 

Dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan yang memiliki cadangan strategis untuk tiga hingga enam bulan, Indonesia sangat rentan terhadap gangguan distribusi global.

Storage minyak Indonesia sebagian besar (54%) terkonsentrasi di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Lokasi utamanya berada di Plumpang (Jakarta), Balongan, Kalimantan, serta pusat produksi di Riau (Dumai) dan Cilacap. Infrastruktur ini dikelola Pertamina dan badan usaha lain untuk mendukung pasokan BBM nasional.

Lonjakan harga minyak mentah dunia dari asumsi APBN sebesar $70 per barel menjadi aktual $90 per barel menciptakan lubang fiskal yang besar.

Komaidi menghitung setiap kenaikan $1 akan menambah defisit Rp6–7 triliun.

"Selisih $20 dikalikan Rp7 triliun, artinya ada beban tambahan sekitar Rp140 triliun. Itu baru dari subsidi BBM dan LPG," paparnya. 

Situasi LPG juga harus jadi perhatian serius, karena 70% pasokan diimpor dari dua wilayah yang sedang berkonflik: Amerika Serikat dan Timur Tengah. 

Dengan harga keekonomian Rp20.000 per kg dan harga jual subsidi Rp4.250 per kg, negara menanggung beban subsidi Rp15.000 untuk setiap kilogram LPG yang dikonsumsi masyarakat.

Di tingkat kebijakan, Komaidi menyayangkan revisi  UU Migas yang terbengkalai selama 14 tahun. Ketidakpastian hukum ini membuat investor asing lebih memilih berinvestasi di Afrika atau Malaysia. 

Selain itu, transisi ke Energi Baru Terbarukan (EBT) terhambat oleh struktur pasar yang bersifat monopsoni, dimana PLN menjadi satu-satunya pembeli. 

"Kalau PLN tidak mau beli karena harga lebih tinggi dari biaya pokok mereka, pengembang EBT tidak punya pilihan. Jual ke siapa lagi, " tegasnya.

Untuk menghadapi krisis ini, ReforMiner Institute mengusulkan beberapa langkah strategis :

 1. Kerugian tidak boleh hanya ditanggung APBN. Pertamina harus merelakan marginnya, dan masyarakat harus siap menghadapi penyesuaian harga.

 2. Mendorong transportasi publik listrik dan memperluas jaringan pengumpan (feeder) di kota satelit.

 3. Membangun transmisi antar-pulau untuk mengatasi kelebihan pasokan di Jawa dan pemadaman di luar Jawa.

"Konflik Iran-Amerika harus menjadi ember air dingin yang membangunkan kita. Kita punya potensi untuk berdaulat di 2040, tapi yang kurang adalah kemauan untuk bergegas melakukan perbaikan nyata," tutup Komaidi. []

Patroli Gabungan Koramil 02/TB Sasar Titik Rawan, Wilayah Tetap Kondusif

Patroli Gabungan Koramil 02/TB Sasar Titik Rawan, Wilayah Tetap Kondusif

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Koramil 02/Tambora terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah dengan menggelar patroli malam guna mengantisipasi potensi tawuran dan balap liar di sejumlah titik rawan.

Patroli yang dilaksanakan pada Selasa malam (21/4) dipimpin oleh Sertu Candra G dengan melibatkan tiga personel gabungan, terdiri dari Babinsa, Wanra, dan Mitra Jaya. Kegiatan dimulai pukul 22.00 WIB dengan menyisir sejumlah ruas jalan strategis di wilayah Tambora.

Rute patroli meliputi kawasan Jl. Kopi, Jl. Pejagalan Raya, hingga Jl. Perniagaan Barat, dilanjutkan dengan pengecekan di beberapa titik yang kerap menjadi pusat aktivitas masyarakat, seperti Pasar Pagi Roa Malaka, Pasar Perniagaan, Pasar Jembatan Lima, hingga area sekitar SMKN 9 Jakarta.

Dalam pelaksanaannya, petugas juga melakukan pemantauan di lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi titik kumpul remaja pada malam hari, sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk turut menjaga keamanan lingkungan.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk memastikan wilayah tetap aman dan kondusif, sekaligus mencegah terjadinya aksi tawuran maupun balap liar yang meresahkan masyarakat,” ujar Sertu Candra di sela kegiatan.

Meski dilaksanakan dengan peralatan sederhana seperti kendaraan roda dua dan tongkat pengamanan, patroli berjalan efektif berkat sinergi antara aparat dan elemen masyarakat.

Hasil pemantauan menunjukkan situasi wilayah dalam keadaan aman dan kondusif, tanpa adanya kejadian menonjol selama kegiatan berlangsung.

Koramil 02/Tambora menegaskan akan terus meningkatkan intensitas patroli malam sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan wilayah serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dengan langkah proaktif ini, diharapkan potensi gangguan kamtibmas dapat ditekan dan lingkungan tetap terjaga dengan baik.

(Pendim 0503/JB) 

Babinsa Koramil 02/Tambora Aktif Dampingi Siskamling, Perkuat Keamanan Lingkungan Warga

Babinsa Koramil 02/Tambora Aktif Dampingi Siskamling, Perkuat Keamanan Lingkungan Warga

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Koramil 02/Tambora kembali menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga keamanan wilayah melalui kegiatan pembinaan teritorial. Salah satunya dilakukan oleh Babinsa Kelurahan Duri Selatan, Serma Nurhasan, yang turun langsung mendampingi kegiatan Siskamling warga di Pos 2, Jl. Duri Selatan I, RT 03/RW 02, Kecamatan Tambora, Selasa malam (21/4).

Dalam kegiatan yang berlangsung sejak pukul 22.30 WIB tersebut, Babinsa bersinergi bersama unsur Linmas RW 02, yakni Triyanto dan Galang, yang tengah melaksanakan ronda malam.

Serma Nurhasan memberikan sejumlah arahan penting guna meningkatkan kewaspadaan dan efektivitas pengamanan lingkungan. Di antaranya, pentingnya menjaga kekompakan dalam pelaksanaan Siskamling, penggunaan alat komunikasi dan alat bantu keamanan seperti pentungan, serta penerapan sistem pengamanan berbasis kebersamaan (body system).

Selain itu, Babinsa juga menekankan agar petugas ronda melakukan kontrol wilayah secara berkala setiap dua jam secara bergantian. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh area tetap dalam kondisi aman dan terpantau.

“Jika ada hal mencurigakan, segera koordinasikan dengan rekan jaga dan jangan bertindak sendiri. Laporkan ke RT/RW, Babinsa, maupun Bhabinkamtibmas agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar Serma Nurhasan dalam arahannya.

Tak hanya fokus pada keamanan, Babinsa juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik agar tetap prima dalam menjalankan tugas ronda malam.

Kegiatan Siskamling tersebut berjalan dengan aman dan lancar, serta mencerminkan sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan.

Koramil 02/Tambora terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan pembinaan serta memperkuat sistem keamanan berbasis partisipasi warga guna menciptakan wilayah yang aman dan kondusif.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/Tambora Pastikan Wilayah Bebas Banjir, Monitoring Intensif Dilakukan

Koramil 02/Tambora Pastikan Wilayah Bebas Banjir, Monitoring Intensif Dilakukan

Kodam Jaya, Jakarta Barat — Koramil 02/Tambora menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dengan memastikan seluruh wilayah binaannya dalam kondisi aman dari genangan air maupun banjir, Rabu (22/4).

Berdasarkan laporan pemantauan lapangan hingga pukul 12.50 WIB, tidak ditemukan adanya genangan air di seluruh kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Tambora. Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Roa Malaka, Kalianyar, Duri Selatan, Pekojan, Krendang, Duri Utara, Tambora, Tanah Sereal, Angke, Jembatan Besi, hingga Jembatan Lima.

Danramil 02/Tambora menegaskan bahwa kondisi ini merupakan hasil dari kesiapsiagaan aparat bersama unsur terkait dalam melakukan pemantauan rutin, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir di kawasan padat penduduk seperti Tambora.

“Kami terus melakukan monitoring secara berkala dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar setiap potensi genangan dapat segera diantisipasi. Alhamdulillah, sampai saat ini seluruh wilayah terpantau aman,” ujarnya.

Selain memastikan tidak adanya genangan air, Koramil 02/Tambora juga melaporkan bahwa tidak terdapat kejadian menonjol lainnya seperti pengamanan khusus (pam tubuh) maupun pohon tumbang di wilayah tersebut.

Langkah proaktif ini menjadi bukti nyata peran TNI di wilayah teritorial dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas lingkungan dari potensi bencana.

Koramil 02/Tambora pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca serta menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air, guna mencegah terjadinya genangan di kemudian hari.

Dengan kondisi wilayah yang kondusif, aktivitas masyarakat di Kecamatan Tambora dapat berjalan normal tanpa hambatan berarti.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/Tambora Laksanakan Monitoring Wilayah, Pastikan Kondisi Aman dari Banjir

Koramil 02/Tambora Laksanakan Monitoring Wilayah, Pastikan Kondisi Aman dari Banjir

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam upaya menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah binaan, Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat melaksanakan monitoring kondisi wilayah terkait potensi genangan air dan banjir di Kecamatan Tambora, Senin dini hari (20/04/2026).

Kegiatan pemantauan dilakukan secara menyeluruh oleh jajaran Babinsa di seluruh kelurahan, meliputi Roa Malaka, Kalianyar, Duri Selatan, Pekojan, Krendang, Duri Utara, Tambora, Tanah Sereal, Angke, Jembatan Besi, hingga Jembatan Lima.

Dari hasil pengecekan di lapangan, seluruh wilayah terpantau dalam kondisi aman dan tidak ditemukan adanya genangan air maupun banjir. Selain itu, tidak terdapat kejadian menonjol seperti pohon tumbang maupun gangguan keamanan lainnya.

Danramil 02/Tambora menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan langkah antisipatif guna memastikan wilayah tetap kondusif, khususnya di tengah potensi cuaca yang tidak menentu.

“Melalui pemantauan rutin ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh wilayah binaan dalam kondisi aman dan terkendali. Kehadiran Babinsa di lapangan menjadi bentuk kesiapsiagaan TNI dalam membantu masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan monitoring berjalan dengan lancar dan tertib, serta menunjukkan kesiapan Koramil 02/Tambora dalam mengantisipasi potensi bencana wilayah.

Dengan kondisi yang aman dan nihil kejadian, diharapkan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang serta tetap menjaga kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/Tambora Monitoring Harga Sembako, Pastikan Ketersediaan Aman dan Stabil

Koramil 02/Tambora Monitoring Harga Sembako, Pastikan Ketersediaan Aman dan Stabil

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat melaksanakan pemantauan harga dan ketersediaan 9 bahan pokok (sembako) di Pasar Krendang, wilayah Kecamatan Tambora, pada Senin (20/04/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus tindak lanjut arahan komando atas guna memastikan kondisi harga kebutuhan pokok tetap terkendali serta stok tersedia dengan aman bagi masyarakat.

Dari hasil pemantauan di lapangan, harga sejumlah komoditas terpantau relatif stabil, di antaranya beras medium Rp14.000/liter, gula pasir Rp19.000/kg, minyak goreng Rp18.000/liter, daging sapi Rp160.000/kg, daging ayam Rp60.000/kg, telur ayam Rp31.000/kg, bawang merah Rp50.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, cabai merah Rp60.000/kg, gas elpiji 3 kg Rp20.000, serta garam Rp12.000/kg.

Selain melakukan pengecekan harga, Babinsa juga berinteraksi langsung dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi distribusi serta ketersediaan barang di pasar. Dari hasil komunikasi tersebut, diketahui bahwa stok bahan pokok dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Danramil 02/Tambora menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi warga di wilayah binaan.

“Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan pokok. Dengan pemantauan langsung di lapangan, kami dapat mengetahui perkembangan harga sekaligus menjaga stabilitas ketersediaan sembako,” ujarnya.

Kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar, serta mendapat respon positif dari para pedagang maupun masyarakat. Diharapkan melalui langkah ini, situasi harga dan pasokan bahan pokok di wilayah Tambora tetap stabil dan terkendali.

(Pendim 0503/JB) 

Koramil 02/Tambora Dukung Program Danrem 052/Wkr, Satgas Sampah Bergerak Atasi Darurat Lingkungan

Koramil 02/Tambora Dukung Program Danrem 052/Wkr, Satgas Sampah Bergerak Atasi Darurat Lingkungan

Kodam Jaya, Jakarta Barat – Dalam rangka menindaklanjuti perintah Danrem 052/Wijayakrama terkait penanganan darurat sampah, Koramil 02/Tambora Kodim 0503/Jakarta Barat melaksanakan kegiatan Satgas Sampah di wilayah binaan, tepatnya di Jl. Krendang Barat RT 07 RW 04, Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, pada Senin (20/04/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini melibatkan personel Kodim 0503/JB bersama komponen pendukung, warga masyarakat, serta Dinas Lingkungan Hidup, sebagai wujud sinergi Tiga Pilar dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, anggota Koramil 02/TB bersama unsur terkait tidak hanya melakukan pembersihan sampah, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Warga dihimbau untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta mulai membiasakan pemilahan antara sampah organik dan anorganik agar dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.

Kegiatan ini turut didukung dengan berbagai perlengkapan seperti truk sampah, sekop, pengki, dan sapu guna mempercepat proses pengangkutan dan pembersihan di lokasi.

Danramil 02/Tambora menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap permasalahan lingkungan, sekaligus implementasi perintah komando atas dalam membantu pemerintah daerah mengatasi kondisi darurat sampah.

“Melalui kegiatan Satgas Sampah ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar serta mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Diharapkan melalui kegiatan ini, lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.

(Pendim 0503/JB)