Karang Taruna Unit RW 04 Angke Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Carnaval Sepeda Hias

Karang Taruna Unit RW 04 Angke Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Carnaval Sepeda Hias

JAKARTA BARAT – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Karang Taruna unit RW 04 Kelurahan Angke Tambora, Jakarta Barat, menggelar berbagai kegiatan perlombaan warga, termasuk carnaval sepeda hias, Senin (17/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Siaga 2, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, tersebut berlangsung meriah dengan diikuti antusias oleh warga, khususnya anak-anak. Sejak dimulai hingga rangkaian acara berakhir dan pembagian hadiah, kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar.

Kegiatan tersebut dibuka oleh pengurus RW 04, Ahmad Ma'mun. Dalam sambutannya, ia mengingatkan panitia untuk memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan para peserta carnaval yang mayoritas merupakan anak-anak usia dini.

Menurutnya, pengawasan perlu dilakukan secara maksimal mengingat rute carnaval melewati jalan raya yang masih dilalui kendaraan.

“Karena peserta carnaval didominasi anak-anak usia dini, saya berharap panitia dapat mengawasi dan memastikan keselamatan mereka, terutama karena rute yang dilalui merupakan jalan raya yang banyak kendaraan,” ujar Ahmad Ma'mun.

Selain aspek keselamatan, Ahmad juga mengimbau seluruh peserta dan panitia untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT RI ke-81, Irgi Malik Fahreji, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada semua pihak, terutama warga Siaga 2 yang telah membantu dan mendukung sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkap Irgi.

Apresiasi serupa disampaikan salah satu perwakilan Ketua RT, Yustrisna. Ia mengaku mengapresiasi kerja keras Karang Taruna RW 04, khususnya panitia pelaksana, yang telah mempersiapkan kegiatan sejak awal hingga seluruh rangkaian acara berakhir.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Karang Taruna RW 04, terutama panitia pelaksana. Dari persiapan sampai akhir kegiatan, semuanya berjalan tertib dan aman,” kata Yustrisna.

Kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat nasionalisme dan gotong royong di tengah masyarakat.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan dan pembagian hadiah, seluruh acara berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan warga RW 04 Tambora.

Semarak HUT ke-81 RI, Warga RW 03 Kalianyar Rayakan Kemerdekaan dengan Penuh Keceriaan

Semarak HUT ke-81 RI, Warga RW 03 Kalianyar Rayakan Kemerdekaan dengan Penuh Keceriaan

JAKARTA BARAT, infoDKJ.comSemangat kemerdekaan terasa begitu meriah di lingkungan RW 03, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Senin (17/8/2026). Warga dari berbagai kalangan tumpah ruah mengikuti rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dengan penuh antusias dan kebersamaan.

Kegiatan diawali dengan upacara bendera yang diikuti pengurus RW 03, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga setempat. Upacara berlangsung khidmat sekaligus menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan dan menumbuhkan kembali semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

Usai upacara, kemeriahan langsung berlanjut melalui berbagai perlombaan khas perayaan kemerdekaan. Anak-anak tampak antusias mengikuti lomba balap karung, makan kerupuk, hingga lomba kelereng. Gelak tawa warga pun semakin pecah saat peserta dewasa turut ambil bagian dalam lomba tarik tambang, futsal mini, balap karung, dan berbagai permainan lainnya.

Tokoh pemuda wilayah RW 03, Fikri Abdurrahman, yang akrab disapa Fikri, mengatakan bahwa perayaan HUT RI bukan sekadar kegiatan hiburan, tetapi menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan antarwarga.

“Kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal positif. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak, pemuda, orang tua, dan seluruh warga bisa berkumpul, saling mengenal, serta memperkuat rasa kebersamaan. Inilah semangat kemerdekaan yang harus terus kita jaga,” ujar Fikri.

Menurutnya, antusiasme warga dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan persatuan masih sangat kuat di lingkungan masyarakat.

Fikri juga berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti pada momentum HUT RI saja, tetapi dapat menjadi awal dari semakin solidnya hubungan antarwarga.

“Saya berharap kebersamaan yang terbangun hari ini terus berlanjut. Pemuda harus menjadi penggerak kegiatan positif di lingkungan dan ikut menjaga kekompakan serta keamanan wilayah,” tambahnya.

Perayaan HUT ke-81 RI di RW 03 Kalianyar pun menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kebersamaan, sportivitas, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan. Di tengah kesederhanaan berbagai perlombaan, tersimpan pesan penting bahwa kemerdekaan akan semakin bermakna ketika dirayakan bersama seluruh elemen masyarakat. (Cex) 

Semarak HUT RI ke-81, 445 Warga RW 07 Duri Utara Jalan Sehat Sambil Berbagi Infaq ke Masjid

Semarak HUT RI ke-81, 445 Warga RW 07 Duri Utara Jalan Sehat Sambil Berbagi Infaq ke Masjid

JAKARTA BARAT – Sebanyak 445 warga RW 07 Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, memadati jalan lingkungan untuk mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81 pada Senin, 17 Agustus 2026.

Acara dilepas langsung oleh Ketua RW 07 Yongky Subiyanto di depan Sekretariat RW 07, Jalan Duri Utara 1, Kelurahan Duri Utara. Dengan semangat merah putih, warga dari berbagai usia berjalan bersama menempuh jarak sepanjang 2,5 kilometer.

Rute yang dilalui yakni start dari Sekretariat RW 07 – Jalan Krendang Selatan 1 – Duri Raya – Jalan TSS – Jalan Jembatan Lima – Krendang Raya – dan finish di Sekretariat RW 07 Jalan Duri Utara 1. Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan hingga garis akhir.

Yongky Subiyanto mengatakan, kegiatan jalan sehat ini digelar bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi dan kekompakan antarwarga di lingkungan RW 07 Duri Utara.

“Alhamdulillah tahun ini seluruh elemen warga bisa berkumpul. Dari RT 01 sampai terakhir RT 12 hadir semua. Ini bukti bahwa semangat kebersamaan di RW 07 sangat kuat,” ungkap Yongky.

Perayaan HUT RI kali ini memang sengaja dirancang untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat, mulai dari ibu-ibu PKK, Karang Taruna, hingga bapak-bapak dan lansia.

Yang membuat kegiatan semakin meriah adalah adanya doorprize berupa ratusan hadiah tambahan untuk peserta gerak jalan.

Untuk mengikuti kegiatan, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp5.000. Dari hasil pendaftaran tersebut terkumpul dana infaq sebesar Rp2.225.000 yang kemudian diserahkan kepada Masjid Al Muttaqin.

Menariknya, pemenang utama doorprize 1 dan 2 juga menyumbangkan uang sebesar Rp900.000 sebagai rasa syukur untuk diinfaqkan ke masjid yang sama. Total infaq yang terkumpul untuk Masjid Al Muttaqin sebesar Rp3.125.000.

“Ini luar biasa. Selain sehat dan dapat hadiah, kita juga bisa berbagi. Semoga menjadi amal jariyah untuk kita semua,” tambah Yongky.

Daftar Pemenang Hadiah Utama

Pengundian doorprize berlangsung meriah dan disambut sorak-sorai warga. Berikut daftar pemenang hadiah utama:

  • RT 10 RW 07: 1 buah kulkas 2 pintu
  • RT 03 RW 07: 1 buah mesin cuci
  • RT 06 RW 07: 1 buah kipas angin
  • RT 12 RW 07: 1 buah kompor gas

Selain empat hadiah utama tersebut, panitia juga membagikan ratusan hadiah hiburan lainnya berupa peralatan rumah tangga.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama. Warga berharap agenda seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wujud syukur atas kemerdekaan sekaligus menjaga kerukunan warga RW 07.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju!

PRNU Sukabumi Utara Gelar Bahtsul Masail, Bahas Talak di Luar Pengadilan

PRNU Sukabumi Utara Gelar Bahtsul Masail, Bahas Talak di Luar Pengadilan

JAKARTA BARAT — Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menyelenggarakan kegiatan Bahtsul Masail dengan mengusung tema “Menghidupkan Khazanah Fikih Ulama untuk Umat yang Berkah dan Bermartabat”, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Sukabumi Utara, Jalan Madrasah, ini menjadi momentum penting bagi kader NU di tingkat ranting untuk menghidupkan tradisi intelektual keagamaan melalui forum kajian persoalan fikih yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Bahtsul Masail berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan dihadiri sejumlah ulama, pengurus MWC NU Kebon Jeruk, perwakilan pengurus ranting NU se-Kecamatan Kebon Jeruk, Muslimat NU, Fatayat NU, Banom dan Banser, IPNU-IPPNU, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Forum tersebut menghadirkan KH. Astar H. Zayadi sebagai Mushohih. Sementara jajaran Muharrir di antaranya Habib Ali Hasan Al Bahr, KH. Ismail H. Bahruddin, M.A., Dr. KH. Helmi Yusuf, M.A., KH. Nurzen Alamsyah, S.Ag., KH. Nurshobah AF, S.Ag., M.Si., Ust. Intihaul Fudhola, M.A., dan Ust. Nurul Huda, S.Pd.

Bahas Persoalan Talak dan Kepastian Hukum

Salah satu isu utama yang dibahas dalam forum adalah “Keharusan Pengucapan Talak di Depan Hakim”.

Persoalan ini menjadi perhatian karena terdapat perbedaan perspektif antara fikih klasik dan hukum positif di Indonesia terkait talak yang diucapkan di luar pengadilan.

Dalam perspektif fikih klasik, talak pada prinsipnya dapat jatuh ketika suami mengucapkan lafaz talak yang memenuhi ketentuan syariat, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Sementara itu, dalam sistem hukum perkawinan di Indonesia, perceraian melalui talak wajib mengikuti prosedur hukum yang ditetapkan melalui Pengadilan Agama.

Perbedaan tersebut kerap menimbulkan persoalan di tengah masyarakat, terutama ketika talak telah diucapkan di luar pengadilan, namun belum diproses secara hukum oleh negara.

Forum Bahtsul Masail membahas isu ini secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek fikih, hukum positif, kepastian hukum, serta kemaslahatan keluarga dan masyarakat.

Hadir dalam forum tersebut perwakilan Pengadilan Agama Jakarta Barat, Ust. Zainal Ridho, yang menyampaikan pengantar mengenai fungsi Pengadilan Agama.

Ia menjelaskan bahwa Pengadilan Agama tidak hanya menangani perkara perkawinan dan perceraian, tetapi juga berbagai persoalan hukum keagamaan yang berdampak sosial di masyarakat.

Menurutnya, dalam perkara perceraian terdapat dua mekanisme, yakni cerai talak yang diajukan oleh suami dan cerai gugat yang diajukan oleh istri.

Kehadiran negara melalui Pengadilan Agama, lanjutnya, bertujuan memberikan legalitas dan kepastian hukum agar berbagai akibat hukum pascaperceraian dapat ditangani secara jelas dan tertib.

Tradisi Keilmuan NU Dihidupkan dari Tingkat Ranting

Ketua Tanfidziyah PRNU Sukabumi Utara, Afdhal Putra Ambiya, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan agar forum tersebut memberikan manfaat bagi umat.

Sementara itu, Lurah Sukabumi Utara H. Ali Syahidin menyambut baik pelaksanaan Bahtsul Masail tersebut.

Ia menyampaikan bahwa ilmu fikih merupakan ilmu Allah yang sangat luas sehingga memerlukan proses pembelajaran berkelanjutan serta bimbingan dari para guru.

Ia menilai Bahtsul Masail memiliki peran penting karena tidak hanya membahas persoalan teoretis keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek sosial kemasyarakatan.

“Saya sebagai umaro ingin menjadi umaro yang baik dan dekat dengan ulama. Momentum ini saya gunakan untuk mempererat hubungan emosional dengan para ulama,” ujarnya.

Kegiatan tersebut kemudian secara resmi dibuka oleh Lurah Sukabumi Utara dengan pembacaan basmalah.

Pertama Kali Digelar di Tingkat Ranting

Pelaksanaan Bahtsul Masail ini menjadi langkah penting karena merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan oleh kader NU di tingkat ranting di wilayah tersebut.

Sejumlah tokoh ulama setempat mengapresiasi inisiatif ini. Mereka menilai pelaksanaan forum kajian fikih di tingkat ranting menunjukkan bahwa tradisi intelektual NU tidak hanya berkembang di tingkat cabang atau lembaga pendidikan pesantren, tetapi juga dapat tumbuh di tengah masyarakat melalui struktur organisasi paling bawah.

Bahtsul Masail sendiri merupakan salah satu tradisi keilmuan penting dalam tubuh NU. Forum ini menjadi ruang bagi para ulama dan kader untuk mendiskusikan persoalan-persoalan aktual dengan merujuk pada khazanah fikih serta mempertimbangkan kemaslahatan umat.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Setelah itu, peserta melaksanakan salat Zuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan makan siang bersama.

Melalui kegiatan ini, PRNU Sukabumi Utara berharap tradisi kajian dan pengambilan keputusan keagamaan berbasis khazanah fikih dapat terus berkembang, sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi keagamaan yang relevan terhadap berbagai persoalan masyarakat. (Yansen) 

Pemuda Kota RI: Pemberantasan Narkotika Harus Jadi Gerakan Bersama, “Tangkap Bandarnya, Selamatkan Korbannya”

Pemuda Kota RI: Pemberantasan Narkotika Harus Jadi Gerakan Bersama, “Tangkap Bandarnya, Selamatkan Korbannya”


JAKARTA, 13 Agustus 2026 — Ketua Umum Pemuda Kota Republik Indonesia, Abu Bakar MBS, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap operasi pemberantasan narkotika yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Brimob Polda Metro Jaya di Kampung Bahari, Jakarta Utara, menjelang fajar.

Abu Bakar menilai langkah tersebut menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dan menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika.

“Di bulan kemerdekaan ini, makna kemerdekaan harus kita perluas. Indonesia tidak cukup hanya merdeka dari penjajahan, tetapi juga harus merdeka dari narkotika yang menghancurkan generasi bangsa,” ujar Abu Bakar MBS, Kamis (13/8/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima Pemuda Kota, dalam operasi tersebut aparat mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 89 kilogram sabu, 91 gram ganja, 159 butir ekstasi, uang tunai sekitar Rp1,4 miliar, sejumlah senjata dan peluru, serta kendaraan. Sebanyak sembilan orang turut diamankan.

“Ini bukan sekadar persoalan jumlah barang bukti. Di balik narkotika ada ancaman terhadap masa depan anak muda Indonesia. Karena itu, jaringan peredarannya harus dibongkar sampai ke akar,” tegas Abu Bakar.

Pemuda Kota memberikan apresiasi kepada Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto beserta jajaran BNN, Kapolda Metro Jaya, dan jajaran Brimob atas keberanian dan keseriusan dalam menjalankan operasi tersebut, meski terdapat perlawanan dari sejumlah oknum melalui kembang api.

Abu Bakar MBS juga mendorong agar penindakan tidak berhenti pada pelaku di lapangan. Aparat perlu menelusuri pemasok, pengendali, aliran dana, hingga aset yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika sesuai ketentuan hukum.

“Jangan berhenti pada pelaku lapangan. Telusuri siapa pemasoknya, siapa pengendalinya, bagaimana aliran dananya, dan putus seluruh mata rantai jaringan narkotika,” katanya.

Di sisi lain, Abu Bakar mengingatkan agar masyarakat di Kampung Bahari maupun kawasan lain tidak mendapatkan stigma akibat keberadaan jaringan narkotika.

“Narkoba bukan identitas sebuah wilayah di lingkup kota. Yang harus diberantas adalah jaringan kejahatannya. Masyarakat umum, khususnya anak muda yang menjadi korban, harus dilindungi dan diselamatkan,” ujarnya.

Pemuda Kota juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara penegakan hukum, pencegahan, edukasi, dan rehabilitasi.

“Prinsip kami jelas: tangkap bandarnya, selamatkan korbannya. Mereka yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika harus diberi ruang untuk pulih dan kembali produktif,” kata Abu Bakar.

Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak dapat hanya mengandalkan aparat. Pemuda, masyarakat, sekolah, komunitas lokal, dan organisasi mahasiswa serta kepemudaan harus menjadi bagian dari gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Negara bergerak, masyarakat bergerak, pemuda adalah pelopor utama gerakan tersebut. Tidak boleh ada bandar yang merasa lebih kuat daripada negara dan aparat kepolisian,” tegasnya.

Pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemuda Kota Republik Indonesia menyerukan semangat baru:

“MERDEKA DARI NARKOTIKA. MERDEKA UNTUK BERPRESTASI. MERDEKA UNTUK MEMBANGUN MASA DEPAN INDONESIA.”

Abu Bakar MBS menegaskan Pemuda Kota siap menjadi bagian dari gerakan nasional untuk memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkotika.

“Merah Putih harus berkibar di langit Indonesia, bukan narkotika di tangan generasi muda. Kemerdekaan harus kita jaga dengan menyelamatkan generasi bangsa,” tutup Abu Bakar MBS, Ketua Umum Pemuda Kota Republik Indonesia. []

Kelurahan Kelapa Dua Lakukan Pendataan Kerusakan Gedung SDN 01, Ditemukan Sejumlah Titik Bangunan Mengalami Kerusakan

Kelurahan Kelapa Dua Lakukan Pendataan Kerusakan Gedung SDN 01, Ditemukan Sejumlah Titik Bangunan Mengalami Kerusakan

Jakarta Barat, penaxpose.comPemerintah Kelurahan Kelapa Dua melaksanakan pendataan kondisi bangunan Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Kelapa Dua yang berlokasi di Jalan Kelapa Dua Raya RW 08, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Lurah Kelapa Dua Elfin Ridho Putra, didampingi Sekretaris Kelurahan Noveri Tauhid, Kasi Kesra Bangun Setiawan, Kasi Ekbang Linda Lestari, perwakilan Dinas Sosial Kelapa Dua Damayanti, staf Kelurahan Kelapa Dua, serta unsur FKDM Kelapa Dua Syafei. Sementara dari pihak sekolah hadir para guru, yakni Riski, Agus, Parmadi, dan Lia.

Pendataan dilakukan sebagai tindak lanjut upaya identifikasi kondisi bangunan dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, PP Nomor 16 Tahun 2021, Permen PUPR Nomor 24/PRT/M/2008, Permen PUPR Nomor 22/PRT/M/2018, serta Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2010 tentang Bangunan Gedung.

Tujuan kegiatan ini adalah melakukan penilaian awal terhadap tingkat kerusakan bangunan secara visual, memastikan kelayakan dan keamanan gedung untuk digunakan sementara, serta menjadi dasar dalam menentukan perlunya pemeriksaan lanjutan (detail assessment) oleh tim teknis yang berwenang.

Dari hasil pendataan di lapangan, petugas mendapati adanya kerusakan pada sejumlah titik objek yang diperiksa, yakni plafon ruang perpustakaan pecah dan bolong, bawah daun pintu ruang perpustakaan yang kropos , lantai di depan toilet retak, serta tembok tepi pagar lantai dua yang gompal terkelupas. Temuan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan laporan dan evaluasi bagi instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan maupun perbaikan sesuai tingkat kerusakan yang ada.

Seluruh rangkaian kegiatan pendataan berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif. Pemerintah Kelurahan Kelapa Dua berharap hasil identifikasi ini dapat segera ditindaklanjuti sehingga proses perbaikan dapat dilakukan demi menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan warga sekolah dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. (Yansen) 

Diduga Modus Janji Pinjaman Miliaran Berujung Kerugian, Korban Tagih Tanggung Jawab Pemberi Dana

Diduga Modus Janji Pinjaman Miliaran Berujung Kerugian, Korban Tagih Tanggung Jawab Pemberi Dana

Jakarta, infoDKJ.com – Harapan untuk memperoleh pinjaman modal usaha senilai miliaran rupiah justru berubah menjadi persoalan yang berlarut-larut. Seorang warga mengaku mengalami kerugian setelah pinjaman yang dijanjikan tak kunjung terealisasi, meski berbagai biaya yang diminta telah dipenuhi.

Berdasarkan keterangan korban, persoalan bermula pada 19 September 2025 saat dirinya bertemu dengan Joko Kusdianto di Yogyakarta untuk membahas pengajuan pinjaman sebesar Rp3,5 miliar dengan jaminan sebidang tanah seluas kurang lebih 7.300 meter persegi yang berada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, menurut korban, pengajuan pinjaman disetujui. Namun, sebelum proses pencairan dilakukan, korban diminta mentransfer sejumlah dana yang disebut sebagai biaya notaris dan berbagai keperluan administrasi lainnya.

Korban mengaku memenuhi seluruh permintaan tersebut dengan harapan dana pinjaman dapat segera dicairkan sesuai jadwal yang telah disepakati.

Namun, pada 23 September 2025, waktu yang dijanjikan sebagai hari pencairan, dana pinjaman tidak kunjung diterima.

Tidak hanya itu, korban mengaku kembali mendapat arahan untuk mencari tiga calon peminjam baru yang masing-masing mengajukan pinjaman tanpa agunan senilai Rp200 juta.

Korban kemudian memperkenalkan tiga orang calon peminjam, yakni Nanik Asmaiyah, Suliha, dan Tri Wahyono.

Menurut pengakuan korban, masing-masing calon peminjam diminta menyetorkan dana sebesar Rp20 juta dengan alasan sebagai "keuntungan di depan", sehingga total dana yang ditransfer mencapai Rp60 juta.

Khusus atas nama Suliha, korban menyebut masih diminta melakukan pembayaran tambahan sebesar Rp7 juta untuk peningkatan plafon pinjaman serta Rp2,8 juta yang disebut sebagai biaya notaris.

Seluruh calon peminjam tersebut, lanjut korban, dijanjikan bahwa pinjaman mereka akan dicairkan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Namun hingga kini, pencairan yang dijanjikan belum pernah terealisasi.

Korban juga mengaku bahwa setelah tanggal yang dijanjikan, alasan penundaan terus berubah. Menurutnya, Joko Kusdianto beberapa kali meminta adanya biaya tambahan sebagai syarat lanjutan sebelum dana dapat dicairkan.

Akibat terus bergesernya janji pencairan, korban mengaku telah berkali-kali mendatangi Yogyakarta untuk meminta kepastian sekaligus menagih pengembalian dana yang telah disetorkan. Selain uang yang telah dibayarkan, korban juga mengaku menanggung kerugian berupa biaya transportasi, penginapan, konsumsi, dan pengeluaran lainnya selama proses tersebut.

"Saya sudah beberapa kali datang ke Yogyakarta untuk meminta kepastian. Namun hingga sekarang pinjaman tidak pernah cair, sementara uang yang diminta sudah saya bayarkan. Saya juga sudah mengeluarkan biaya perjalanan dan akomodasi yang jumlahnya tidak sedikit," ungkap korban.

Korban menegaskan bahwa dirinya masih mengedepankan penyelesaian secara baik-baik dan berharap seluruh dana yang telah disetorkan dapat dikembalikan. Namun hingga saat ini, menurut pengakuannya, belum ada penyelesaian maupun pengembalian dana dari pihak yang bersangkutan.

Atas peristiwa tersebut, korban berharap ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini serta meminta pihak-pihak terkait memberikan perhatian agar tidak ada masyarakat lain yang mengalami kejadian serupa. (Red)