Babinsa Koramil 02/Tambora Ikuti Penyuluhan Kesehatan tentang Stroke Secara Daring

Babinsa Koramil 02/Tambora Ikuti Penyuluhan Kesehatan tentang Stroke Secara Daring

Kodam JayaJakarta Barat – Dalam upaya meningkatkan pemahaman tentang kesehatan, khususnya mengenai penyakit stroke, Babinsa Koramil 02/Tambora mengikuti penyuluhan kesehatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting. 

Kegiatan ini berlangsung di Makoramil 02/Tambora, Jalan Tiang Bendera III, Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Jumat (14/3). 

Penyuluhan ini menghadirkan narasumber Dr. Niken K, Sp. N, yang memberikan materi mengenai pemahaman lebih dalam tentang penyakit stroke, termasuk faktor risiko, pencegahan, dan penanganannya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Danramil 02/Tambora, Mayor CHB Wahidin, serta anggota Koramil 02/TB yang dipimpin oleh Pelda Patton C. Babinsa yang turut serta dalam kegiatan ini diharapkan dapat meneruskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat di wilayah binaannya.

Menurut Babinsa Koramil 02/Tambora, penyuluhan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman mengenai bahaya stroke serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan sejak dini. 

"Sebagai Babinsa, kami tidak hanya bertugas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memiliki peran dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan," ujar salah satu peserta.

Kegiatan ini berlangsung dengan aman dan lancar. Diharapkan, melalui penyuluhan seperti ini, para Babinsa dapat lebih aktif dalam mendukung kesehatan masyarakat serta memberikan edukasi yang tepat terkait penyakit yang bisa dicegah sejak dini.

(Pendim 0503/JB) 

TPS 3R Moa Pejagalan Resahkan Warga, Warga Minta Pemda DKI Segera Bertindak

TPS 3R Moa Pejagalan Resahkan Warga, Warga Minta Pemda DKI Segera Bertindak

Jakarta, penaxpose.comTempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R di RW 012, Kelurahan Pejagalan, Jakarta Utara, menjadi sumber keresahan bagi warga sekitar. Pasalnya, wilayah tersebut dijadikan pusat pembuangan sampah dari beberapa RW di Kelurahan Pejagalan, menyebabkan berbagai permasalahan, mulai dari kemacetan hingga polusi bau yang mengganggu kenyamanan warga.

Ketua RT 010, Kho Kioen Kie, menyatakan bahwa warganya adalah pihak yang paling terdampak karena TPS 3R Moa terletak di wilayah mereka. “Jalan yang seharusnya menjadi akses warga terganggu karena dari pagi hingga sore hari gerobak pengangkut sampah memenuhi jalan. Ini terjadi karena mobil pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) kecamatan sering terlambat datang,” ungkapnya.

Selain kemacetan, Kho Kioen Kie juga menyoroti dampak lain yang ditimbulkan, terutama saat musim hujan. “Sampah yang menumpuk menimbulkan bau tak sedap dan berpotensi mengganggu kesehatan warga. Jalanan juga menjadi licin dan berbahaya bagi pengendara. Bahkan, beberapa kali pengendara motor terjatuh akibat kondisi ini,” tambahnya.

Seorang warga yang rumahnya tepat di depan TPS 3R, Herman, mengungkapkan kekesalannya. “Saya sudah cukup sabar, tetapi saya juga berhak tinggal dengan nyaman. Pintu rumah saya persis di depan tumpukan sampah yang bau dan kotor setiap hari. Saya sudah melapor ke Ketua RT dan RW, tetapi sampai sekarang belum ada solusi. Karena itu, pada 4 Februari 2025, saya mencoba melapor langsung ke Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melalui aplikasi WhatsApp 'Lapor Gibran', berharap ada solusi yang jelas,” ujarnya.

Menanggapi keluhan warga, Ketua RW 012, Dadang Sumitra, mengaku telah berulang kali menyampaikan permasalahan ini ke tingkat kelurahan dan berkoordinasi dengan pengurus RW lain yang membuang sampah di TPS 3R Moa. 

“Kami sudah mendatangi TPS 3R bersama aparatur Kelurahan Pejagalan untuk mencari solusi. Pada 13 Februari 2025, kami mengadakan rapat bersama Lurah Pejagalan, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasie Ekbang), serta Kepala Satuan Pelaksana LH Kecamatan Penjaringan, bersama 10 Ketua RW terkait. Dari pertemuan itu, beberapa keputusan telah dibuat,” ungkapnya.


Hasil rapat tersebut antara lain:

1. Pihak LH hanya bertanggung jawab menyediakan mobil angkutan sampah.

2. Lurah Pejagalan diminta memfasilitasi lokasi pembuangan sampah dari RW-RW.

3. TPS 3R Moa hanya boleh digunakan untuk pemilahan sampah, bukan pembuangan utama.

Sebagai solusi sementara, lokasi pembuangan sampah dipecah menjadi tiga titik, yaitu:

• Jalan Moa (untuk RW 012, RW 08, RW 09, RW 010, RW 013)

• Jalan Bidara Raya (untuk RW 04, RW 03, RW 05, RW 011, RW 016)

• Jembatan Gembel RW 07 (untuk RW 06, RW 07, RW 014, RW 017)

Lurah Pejagalan, Tomi Haryono, menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas LH untuk mencari solusi terbaik. “Kami sudah merespons keluhan warga dengan mengadakan rapat bersama Ketua RW terkait. Keputusan telah dibuat, dan TPS 3R Moa kini sudah berjalan sesuai hasil rapat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana LH Kecamatan Penjaringan, Fadli, menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertugas mengangkut dan membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sedangkan penyediaan lahan untuk TPS adalah tanggung jawab kelurahan. 

“Saat ini, Lurah Pejagalan sedang mencarikan lokasi baru di bawah kolong tol Kalijodo sesuai kesepakatan RW. Kami berharap situasi ini bisa segera teratasi,” katanya.

Warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera turun tangan untuk menyelesaikan polemik TPS 3R Moa agar mereka bisa kembali hidup dengan nyaman dan sehat.

(Emy) 

GKRI SPORTY Tutup Sementara Kegiatan Senam, Sambut Ramadhan dengan Kebersamaan

GKRI SPORTY Tutup Sementara Kegiatan Senam, Sambut Ramadhan dengan Kebersamaan


Jakarta, penaXpose.com Komunitas senam GKRI SPORTY menggelar acara penutupan sementara kegiatan senam di RPTRA Kelurahan Kalideres pada hari Minggu (23 Februari 2025). Acara ini menjadi momen kebersamaan bagi para peserta senam sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum GKRI Sultan Adam, Ibu Ketua Umum Beby, serta para koordinator lapangan GKRI, seperti Iwan dan Wahardi. Selain itu, turut hadir anggota komunitas Arief dan Tedy, serta instruktur senam Arie, Lilis, dan Eka. 

Panitia acara yang terdiri dari Mutia, Puput, Dwi, Beby, dan Yuyun juga memastikan jalannya acara berjalan lancar.


Dalam sambutannya, Ketua Umum GKRI Sultan Adam mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para instruktur senam yang telah membimbing peserta selama ini. 

“Terima kasih kepada para instruktur yang telah memberikan pelajaran berharga bagi kesehatan ibu-ibu yang rutin mengikuti senam di GKRI SPORTY,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota atas penutupan sementara kegiatan ini dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Namun, ia memastikan bahwa senam akan kembali dilanjutkan setelah Hari Raya Idul Fitri.


Sebagai penutup, suasana penuh kehangatan terasa saat seluruh peserta saling bermaafan dan menikmati makan bersama. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa GKRI SPORTY tidak hanya sekadar komunitas senam, tetapi juga wadah kebersamaan dan kekeluargaan.

Senam akan kembali digelar setelah Idul Fitri, dengan semangat yang lebih segar dan penuh energi.


(Sultan) 


Warga RW 09 Kelurahan Grogol Gelar Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan

Warga RW 09 Kelurahan Grogol Gelar Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan

Jakarta Barat, penaXpose.com Ratusan warga RW 09 Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, bersama pengurus RW dan Jumantik, serentak melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan pada Minggu (19/1/2025).

Lingkungan Bersih dan Sehat

Lurah Grogol, Ady Saputro, S.IP., M.A., menjelaskan bahwa kerja bakti kali ini dilaksanakan serentak di 11 RT di RW 09. Kegiatan ini bertujuan membersihkan sampah dari lingkungan permukiman, termasuk saluran air.

"Kerja bakti difokuskan pada pembersihan sampah di saluran agar air mengalir lancar, lingkungan bersih, dan sehat," ujar Ady.

Untuk mendukung kegiatan ini, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) turut dikerahkan, lengkap dengan kendaraan dinas operasional berupa gerobak motor (Germor) dan truk pengangkut sampah dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat.


Kebersihan dan Kekompakan Warga

Ketua RT 002/09, Adi Sarpan, menuturkan bahwa kegiatan kerja bakti di wilayahnya diikuti oleh 20 warga.

"Kami membersihkan sampah dan merapikan pot tanaman agar terlihat rapi dan teratur. Dengan kerja bakti ini, lingkungan menjadi bersih, rapi, indah, dan sehat," ujarnya.

Ketua RW 09, Ustadz Nurudin, S.Ag., menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan kebersihan dan keindahan lingkungan, tetapi juga memperkokoh kekompakan warga.

"Kerja bakti ini menjadi ajang silaturahmi antara pejabat dan masyarakat, tokoh, kader, serta antarwarga. Hal ini menumbuhkan ikatan persaudaraan dan rasa nasionalisme," jelasnya.

Sufahmi, salah satu warga sekaligus anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Grogol Petamburan, menyebut kerja bakti ini sebagai sarana meningkatkan interaksi dan kekompakan antarwarga.

"Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama," tandasnya.

(Fahmi) 

Lurah Kapuk Dukung Monitoring PSN untuk Wujudkan Lingkungan Bebas DBD

Lurah Kapuk Dukung Monitoring PSN untuk Wujudkan Lingkungan Bebas DBD

Jakarta Barat, penaXpose.comDalam upaya memberantas penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Pengurus RW 010 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, menggelar kegiatan Monitoring Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan pembinaan bagi kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) di wilayah tersebut. Acara berlangsung di halaman Sekolah Wawasan Nusantara, Jalan Kapuk Pulo RT 10/010, pada Jumat (13/12/2024).

Acara ini dihadiri oleh Lurah Kapuk, H. Achmad Subhan, beserta staf; Aipda Edy Susanto, Ketua RW 010 sekaligus Kepala Pos Polisi Kapuk; Hj. Surtinah, Kasatpel Dukcapil Kapuk; Ust. Tohirin Sidik; M. Cahyo, anggota LMK RW 010; serta sejumlah pihak lain seperti: Para kader Jumantik dan Dasa Wisma RW 010, Petugas Puskesmas Kapuk 2, Miss Bona, Anggota Satpol PP, FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat), Para Ketua RT se-RW 010, Tokoh masyarakat dan awak media.

Acara dibuka oleh MC H. Asnawi, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Aipda Edy Susanto yang menyampaikan apresiasi kepada para kader Jumantik atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam mengedukasi warga terkait pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegypti.


"Saya berharap ibu-ibu tetap semangat dan tak kenal lelah agar warga RW 010 dan sekitarnya terbebas dari DBD," ucap Aipda Edy Susanto.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Miss Bona dari Puskesmas Kapuk 2, yang memberikan evaluasi terkait kegiatan Jumantik, dilanjutkan penampilan yel-yel dari para kader Jumantik RW 010.

Lurah Kapuk, H. Achmad Subhan, juga memberikan arahan terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di musim penghujan.


"Bapak-ibu yang saya hormati, mari kita bersama-sama membersihkan saluran air secara berkala dan tidak membuang sampah sembarangan. Dengan demikian, kita dapat mencegah banjir dan penyakit yang muncul akibat genangan air. Tetap kompak dan semangat dalam menyambut Natal dan Tahun Baru 2025," ujar Lurah Kapuk.

Acara ditutup dengan pembacaan doa bersama, diakhiri dengan makan siang bersama para peserta. Kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan penuh antusiasme.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen RW 010 Kelurahan Kapuk dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, sekaligus menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen terkait dalam menghadapi ancaman DBD. (Agus Sufianto)

Babinsa Jembatan Besi, Sertu Sarip ST, Pantau dan Amankan Kegiatan Sosialisasi serta Pemeriksaan Kanker Serviks dan Payudara di Tambora

Babinsa Jembatan Besi, Sertu Sarip ST, Pantau dan Amankan Kegiatan Sosialisasi serta Pemeriksaan Kanker Serviks dan Payudara di Tambora

Jakarta Barat, penaXpose.com Dalam upaya mendukung kesehatan masyarakat, Babinsa Kelurahan Jembatan Besi, Sertu Sarip ST, didampingi Binmas, Aiptu Rois Rusito melakukan pemantauan dan pengamanan dalam kegiatan Sosialisasi, Pencegahan, dan Pemeriksaan Kanker Serviks dan Payudara yang digelar pada Minggu, 10 November 2024, di Kantor Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. 

Acara yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta ini terselenggara atas kerja sama antara Srikandi 234 SC dan Srikandi Pemuda Pancasila (PP).

Kehadiran Babinsa Sertu Sarip ST tidak hanya untuk memastikan keamanan, namun juga untuk memantau jalannya kegiatan agar berlangsung tertib dan lancar. 

Dalam kesempatan tersebut, Sertu Sarip aktif berkomunikasi dengan peserta dan panitia, serta memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kanker serviks dan payudara.

Sertu Sarip juga berperan dalam koordinasi dengan berbagai pihak yang hadir, termasuk Camat Tambora Holi Susanto, Lurah Jembatan Besi M. Arif Budiman, S.A.P, serta perwakilan dari Binmas Aiptu Rois Rosito. 

Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.30 WIB ini berlangsung di tengah pengawasan Babinsa yang selalu siaga dalam menjaga ketertiban dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tahap Pelaksanaan dan Peran Babinsa

Acara yang dimulai dengan upacara pembukaan, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, melibatkan tim medis dari Puskesmas Tambora dan Puskesmas Tamansari. 

Selama kegiatan, Babinsa Sertu Sarip secara aktif berkeliling lokasi, memastikan bahwa pemeriksaan berjalan dengan lancar, serta membantu mengarahkan warga agar tertib mengikuti prosedur kesehatan yang ada.

Selain itu, Sertu Sarip turut memberikan imbauan kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. 

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama warga dalam menghindari informasi hoaks yang beredar terkait kesehatan, dengan berkoordinasi langsung kepada aparat seperti Babinsa dan Binmas jika menemui hal-hal yang mencurigakan.

Apresiasi dari Warga dan Panitia

Keberadaan Babinsa Sertu Sarip dalam setiap kegiatan di wilayah Kelurahan Jembatan Besi selalu mendapatkan apresiasi dari masyarakat. 

Ketua Panitia Tri Ediningsi mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Babinsa, yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif memberikan saran dan masukan yang bermanfaat bagi warga.

Kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan kanker serviks ini berlangsung hingga pukul 12.00 WIB dengan tertib dan aman, berkat pengawasan dan pengamanan dari Babinsa serta dukungan penuh dari seluruh pihak yang terlibat.

Supriyadi (Pray)

Radiapoh Hasiholan Sinaga: Angka Stunting di Simalungun Menurun Berkat Kerja Keras Dinas Kesehatan dan Puskesmas Melalui Posyandu

Radiapoh Hasiholan Sinaga: Angka Stunting di Simalungun Menurun Berkat Kerja Keras Dinas Kesehatan dan Puskesmas Melalui Posyandu

Simalungun, penaxpose.comBupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga SH, MH (saat ini sedang cuti karena mencalonkan diri kembali dalam Pilkada Simalungun periode 2024-2029), berhasil mencatat penurunan angka stunting selama masa kepemimpinannya. Meskipun kepemimpinan Radiapoh sempat terhalang pandemi COVID-19 selama setahun, capaian penurunan stunting di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menunjukkan hasil yang signifikan. Hal ini disampaikan dalam Debat Pilkada Simalungun pada 1 November 2024.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, Edwin Tony Simanjuntak, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Rosman Saragih, menjelaskan secara rinci mengenai prevalensi stunting di Kabupaten Simalungun selama beberapa tahun terakhir. Pada Selasa (5/12/2024), Rosman memaparkan data yang menunjukkan capaian positif selama kepemimpinan Radiapoh Hasiholan Sinaga.

Menurut Rosman, data prevalensi stunting diukur oleh Kementerian Kesehatan melalui Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Pada 2019, prevalensi stunting di Kabupaten Simalungun tercatat sebesar 32,28%. Pada 2021, setelah pandemi COVID-19, angka tersebut turun menjadi 28%, dan pada 2022 turun drastis menjadi 17,4%. Namun, pada 2023, survei melalui Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan sedikit peningkatan, menjadi 17,7%, naik 0,3%.

Saat ini, survei untuk menentukan prevalensi stunting di tahun 2024 sedang dalam tahap persiapan oleh Kementerian Kesehatan.

Dinas Kesehatan Simalungun, lanjut Rosman, secara rutin memantau tumbuh kembang bayi dan balita melalui Puskesmas di seluruh Kabupaten Simalungun. Setiap bulan, pemeriksaan dilakukan di Posyandu di setiap Nagori (Desa). Pada Juni 2024, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan intervensi serentak untuk mengukur tumbuh kembang seluruh balita guna memantau prevalensi stunting secara lebih akurat.

Hasil pengukuran pada Juni 2024 menunjukkan bahwa dari 54.848 balita sasaran, sebanyak 54.654 balita (99,65%) telah diukur. Dari jumlah tersebut, 449 balita (0,82%) teridentifikasi mengalami stunting. Sementara itu, pada bulan September, dari 52.801 balita sasaran, sebanyak 49.101 balita (92,99%) telah diukur, dengan 549 balita (1,11%) teridentifikasi stunting.

Rosman Saragih menyimpulkan bahwa penurunan angka stunting di Kabupaten Simalungun merupakan hasil dari kerja keras dan kolaborasi pihak Puskesmas di seluruh kecamatan dan Nagori. "Kami akan terus berupaya menekan angka stunting melalui berbagai program kesehatan yang telah dirancang," tutup Rosman.

(S. Hadi Purba Tambak)

RSUD Koja: Cepat dan Bersahaja dalam Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

RSUD Koja: Cepat dan Bersahaja dalam Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

Jakarta, penaxpose.comRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara, terus menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Dengan dukungan peralatan medis canggih serta tenaga medis yang berpengalaman, RSUD Koja siap memberikan penanganan cepat dan tepat, terutama bagi pasien yang membutuhkan pertolongan darurat.

Rosid, seorang warga Kelurahan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, yang tengah berobat di RSUD Koja, mengungkapkan kepuasannya terhadap pelayanan yang ia terima. “Sikap baik dan bersahabat terasa sejak dari loket pendaftaran, hingga layanan perawat dan dokter yang memeriksa saya di RSUD Koja,” ujar Rosid saat berobat pada Rabu (6/11/2024).

Pelayanan dari para dokter juga terlihat bersahaja, di mana mereka tak hanya memberikan pengobatan tetapi juga semangat untuk kesembuhan pasien. Tak ada perbedaan perlakuan antara pasien yang berobat secara mandiri maupun mereka yang menggunakan kartu BPJS Kesehatan untuk pengobatan gratis dari pemerintah.

“Semua pasien kami layani dengan baik tanpa membedakan, baik itu pasien berobat mandiri ataupun pemegang kartu BPJS Kesehatan,” kata Fitri, staf Humas RSUD Koja, pada Rabu (6/11/2024).

Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pelayanan kesehatan berkualitas tinggi, RSUD Koja hadir sebagai rumah sakit yang siap menjawab kebutuhan tersebut. Kemajuan teknologi kesehatan yang pesat juga memacu keinginan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan terbaik, dan RSUD Koja berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, bersahaja, dan tanpa diskriminasi. (Emy)