Masjid Jamie Al-Hikmah Jadi Penutup Safari Ramadhan RW 01 Jembatan Besi

Masjid Jamie Al-Hikmah Jadi Penutup Safari Ramadhan RW 01 Jembatan Besi

JAKARTA BARAT, penaXpose.com Safari Ramadhan 1446 H/2025 yang digelar di wilayah RW 01 Jembatan Besi resmi berakhir di Masjid Jamie Al-Hikmah, Jalan Prof. DR. Latumenten RT 01/RW 01, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Jumat (7/3/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan RW 01 yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun. Dalam pelaksanaannya, para pengurus RW, Ketua RT (01-012), serta perwakilan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) turut serta menjalankan ibadah Sholat Isya dan Tarawih di berbagai masjid dan musholla yang ada di wilayah RW 01.

Ketua RW 01 Jembatan Besi, H. Entol Hasanuddin, sebelumnya telah menyampaikan komitmennya untuk terus menggelar program Safari Ramadhan ini.

"Program ini merupakan agenda unggulan RW 01 Jembatan Besi. Kami melaksanakan Sholat Isya dan Tarawih bersama pengurus RW, RT, serta LMK di beberapa masjid dan musholla di wilayah ini," ujar H. Entol Hasanuddin dalam keterangannya kepada penaxpose.com beberapa waktu lalu.

Namun, pada malam penutupan Safari Ramadhan kali ini, Ketua RW 01 tidak dapat hadir karena sedang menjalani pemulihan pascaoperasi mata di sebuah klinik mata di Jakarta Pusat. Sebagai gantinya, perwakilan dari LMK RW 01, Sigit Pujianto, ST, hadir untuk menyampaikan sambutan.

Arahan Kamtibmas dan Progres Pembangunan Masjid

Dalam sambutannya, Sigit Pujianto memberikan arahan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah RW 01. Beberapa isu yang disorot antara lain kenakalan remaja dan tawuran, bahaya narkoba, potensi kebakaran, serta keamanan lingkungan terkait pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tawuran, kebakaran, narkoba, dan curanmor," tegas Sigit.

Selain itu, Sigit juga mengungkapkan rasa syukurnya atas perkembangan pembangunan Masjid Jamie Al-Hikmah yang saat ini sudah mencapai 90 persen. Meskipun belum rampung sepenuhnya, masjid ini sudah bisa digunakan untuk pelaksanaan Sholat Tarawih.

"Alhamdulillah, progres pembangunan Masjid Jamie Al-Hikmah sudah mencapai 90 persen dan sudah dapat digunakan untuk ibadah Tarawih," tutupnya.

Pelaksanaan Sholat Isya dan Tarawih

Sebagai penutup, Safari Ramadhan di Masjid Jamie Al-Hikmah diisi dengan Sholat Isya dan Tarawih berjamaah, yang dipimpin oleh Ustadz Achmad Khaerudin sebagai imam. Sementara itu, DKM Masjid Jamie Al-Hikmah, Udin Bin Anin, turut mengawal jalannya ibadah dengan khidmat.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari warga setempat, yang berharap program Safari Ramadhan RW 01 dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

Reporter: Supriyadi (Pray)

Soroti Kecelakaan Bus, Ketua IPOMI Desak Penegakan Regulasi Ketat

Soroti Kecelakaan Bus, Ketua IPOMI Desak Penegakan Regulasi Ketat

Jakarta, penaXpose.comKetua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan yang akrab dipanggil Bang Sani, menyoroti meningkatnya jumlah kecelakaan bus di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang kerap terjadi, seraya mengajak seluruh operator atau pengusaha bus untuk mengambil langkah nyata dalam meningkatkan keselamatan operasional.

"Kami sangat prihatin dengan maraknya kecelakaan bus yang terjadi. Sebagai bagian dari pelaku industri transportasi, IPOMI terus mendorong agar perusahaan otobus memprioritaskan keselamatan penumpang, pengemudi, dan pengguna jalan lainnya. Ini adalah tanggung jawab moral dan profesional kita," ujar Sani dalam keterangannya, Senin 20/1/2025.

Ia menyoroti beberapa faktor penyebab kecelakaan, seperti kondisi armada yang tidak terawat, kelelahan pengemudi, hingga pelanggaran aturan lalu lintas. "Pemeliharaan armada harus diutamakan. Jangan ada kompromi terhadap kelayakan kendaraan. Selain itu, pengemudi harus diberikan waktu istirahat yang cukup untuk menghindari kelelahan di jalan," tambahnya.

Sani juga menegaskan pentingnya penerapan teknologi dalam meningkatkan keselamatan, seperti sistem pemantauan GPS dan kamera pengawas di dalam bus. "Teknologi dapat membantu operator mengawasi pengemudi dan armada mereka secara real-time, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan," jelasnya.

Di sisi lain, mengapresiasi langkah pemerintah yang terus memperketat regulasi dan inspeksi armada bus. Namun, ia juga meminta seluruh pihak terkait agar lebih tegas dalam melakukan pengawasan. Menurutnya, pelanggaran yang terjadi dapat merugikan perusahaan otobus yang sudah mengikuti seluruh prosedur. "Aturan yang ada sudah baik, tetapi implementasinya di lapangan harus lebih diawasi. Tidak boleh ada operator yang mengabaikan keselamatan hanya demi keuntungan," tegasnya.

IPOMI juga mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih layanan transportasi. "Penumpang memiliki hak untuk mendapatkan layanan yang aman dan nyaman, masyarakat bisa mengecek izin angkutan dan kelaikan jalan setiap armada bus melalui aplikasi MitraDarat dan melalui website resmi mitradarat.dephub.go.id," tutupnya. []

Jakarta Siap Menjadi Tujuan MICE Dunia, Disparekraf DKI Promosikan "Jakarta NICE for MICE" di Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia

Jakarta Siap Menjadi Tujuan MICE Dunia, Disparekraf DKI Promosikan "Jakarta NICE for MICE" di Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia

Jakarta, penaXpose.com |Jumat, 3 Januari 2025

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) meluncurkan program promosi "Jakarta NICE for MICE" dalam upaya terus meningkatkan kuantitas dan kualitas event Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) di Jakarta, serta memperkuat posisinya sebagai destinasi utama bisnis internasional.

Pada tahun 2024, Disparekraf DKI Jakarta melaksanakan kampanye promosi "Jakarta NICE for MICE" di empat negara dengan volume kunjungan wisatawan terbesar ke Jakarta. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran internasional dan menarik lebih banyak wisatawan bisnis ke Indonesia, khususnya Jakarta.

Andhika Permata, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, menjelaskan bahwa promosi ini dilakukan melalui pemasangan iklan di media luar ruang di negara-negara 10 besar wisatawan mancanegara ke Jakarta, yakni Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia. Dengan demikian, Jakarta terus dikenal top of mind sebagai destinasi bisnis global.

"Kami fokus mempromosikan Jakarta sebagai tujuan MICE utama dunia melalui kampanye Jakarta NICE for MICE. Pada tahun 2024, promosi ini dilakukan melalui 68 layar videotron dan digital screen yang tersebar di sembilan lokasi strategis selama 2-3 bulan di empat negara Asia tersebut," ujar Andhika Permata.

Helma Dahlia, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, menambahkan bahwa selain promosi di media luar ruang luar negeri, Jakarta juga gencar berpromosi dengan berpartisipasi pada bursa pariwisata internasional, aktif dalam keanggotaan kepariwisataan internasional serta promosi pariwisata melalui berbagai kanal media digital, seperti Over-The-Top (OTT), sosial media, Online Travel Agent (OTA), media cetak di inflight magazine, lifestyle, tourism, digital, serta pengenalan wisata kepada KOL dunia melalui familiarization trip.

"Kami ingin memperkenalkan Jakarta lebih jauh lagi sebagai tujuan MICE yang dapat menawarkan pengalaman unik dan memuaskan bagi wisatawan bisnis dari seluruh dunia," kata Helma Dahlia.

Promosi "Jakarta NICE for MICE" dilakukan selama tiga bulan, dari Agustus hingga November 2024. Sherly Yuliana, Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf, yang bertanggung jawab atas kegiatan promosi ini, menjelaskan bahwa iklan ini tersebar di berbagai titik strategis di empat negara tersebut, yakni Shibuya sebanyak 7 layar dan Shinjuku sebanyak 2 layar, Korea Selatan di Gangnam-daero, Myeongdong, dan Cheonggyecheon-ro (3 layar), Singapura di Bugis Street, 313@Somerset, Jewel Changi Airport sebanyak 27 layar, Malaysia di Bukit Bintang, KL Sentral sebanyak 28 layar.

Promosi ini ditargetkan di Lokasi dengan traffic tinggi, terutama tujuan wisatawan mancanegara seperti di destinasi wisata dan airport untuk meningkatkan visibilitas Jakarta di kalangan pelaku bisnis internasional, sehingga mereka mempertimbangkan Jakarta sebagai destinasi MICE utama," tutup Lucky Wulandari, selaku Ketua Subkelompok Pemasaran Pariwisata Luar Negeri. (Red) 

Disparekraf DKI Jakarta dan PHRI Dorong Pengembangan Wisata Eco Tourism di Kepulauan Seribu melalui Famtrip

Disparekraf DKI Jakarta dan PHRI Dorong Pengembangan Wisata Eco Tourism di Kepulauan Seribu melalui Famtrip

Jakarta, penaXpose.com - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jakarta menggelar Familiarization Trip (Famtrip) selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (16-17 November 2024), di Pulau Macan, Kepulauan Seribu. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata berbasis eco tourism kepada para pelaku industri perhotelan di Jakarta.

Famtrip ini diikuti oleh para Director of Sales dan General Manager dari berbagai hotel anggota PHRI Jakarta, termasuk Hotel Borobudur Jakarta, All Seasons, Yuan Garden, Grand Picasso Hotel, Mercure Hotel, Novotel, Aston Hotel, dan lainnya. Peserta diajak merasakan keindahan Pulau Macan dan pulau-pulau lain di sekitarnya, sekaligus mendapatkan wawasan tentang wisata ramah lingkungan yang tengah dikembangkan di kawasan tersebut.

Pulau Macan, salah satu destinasi unggulan di Kepulauan Seribu, menawarkan pengalaman wisata yang berfokus pada pelestarian alam. Dengan pantai berpasir putih, air laut yang jernih, serta ekosistem laut yang kaya, wisatawan dapat menikmati snorkeling, paddling, dan diving tanpa merusak lingkungan. Selain itu, penggunaan energi terbarukan, pengelolaan sampah yang baik, dan edukasi konservasi menjadi bagian integral dari program eco tourism yang diterapkan di kawasan ini.

Promosi Destinasi Wisata Global

Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Andhika Permata, menjelaskan bahwa Famtrip ini bertujuan untuk memperkenalkan Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata leisure yang dapat bersaing di kancah global. “Kami ingin mendorong kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara ke Jakarta melalui promosi oleh para pelaku industri perhotelan. Harapannya, para peserta dapat mempromosikan destinasi ini kepada tamu hotel mereka, sekaligus menunjukkan bahwa Jakarta memiliki destinasi wisata bahari yang indah dan berkelanjutan,” ujar Andhika.

Andhika juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dalam mengembangkan pariwisata. “Pulau Macan tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjadi contoh bagaimana wisata dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan,” tambahnya.

Eksplorasi Bahari dan Sejarah

Kegiatan Famtrip ini mencakup kunjungan ke tiga pulau, yaitu Pulau Kelor, Pulau Onrust, dan Pulau Macan. Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf, Sherly Yuliana, menjelaskan bahwa peserta diajak menikmati wisata sejarah di Pulau Kelor dan Pulau Onrust sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Macan. “Di Pulau Macan, peserta dapat merasakan suasana wisata leisure yang sangat menarik, khususnya di Macan Eco Lodge,” jelas Sherly.

Sementara itu, Ketua Sub Kelompok Pemasaran Luar Negeri Disparekraf, Lucky Wulandari, menambahkan bahwa kolaborasi dengan PHRI ini diharapkan dapat memperkuat promosi Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata bahari unggulan. “Kami menggandeng para pelaku industri perhotelan untuk bersama-sama mempromosikan pariwisata Jakarta di tingkat global,” ungkap Lucky.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jakarta sekaligus memperkuat citra Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata bahari berbasis eco tourism yang menarik dan berkelanjutan.

Kategori:

Pulau Macan, Kepulauan Seribu, Disparekraf DKI Jakarta, Wisata Eco Tourism, PHRI, Pariwisata Jakarta.

(Red)

TUI Blue Berawa Bali Hotel Milik Anak Negeri Siap Hadir di Canggu Bali

TUI Blue Berawa Bali Hotel Milik Anak Negeri Siap Hadir di Canggu Bali

Bali, penaXpose.com - PT. Bali Ria International, dengan bangga mengumumkan pembukaan TUI Blue Berawa Hotel and Villas yang berlokasi di Berawa Canggu BALI. Ini akan menjadi proyek hotel dan villa mewah berbintang 5 pertama di Bali yang dikembangkan oleh PT. Bali Ria Internasional dibawah Brand TUI GROUP yang dimana adalah Perusahaan Tour & Travel Terbesar di Dunia.

Hotel dan vila ini merupakan bagian dari kompleks gaya hidup avant -garde The Luc, dikembangkan dan dibangun di atas lahan lebih dari 1 hektar , tepat di tengah lokasi terbaik di Canggu dengan jarak hanya 50 meter dari stasiun MRT bawah tanah yang akan segera dibangun.

TUI Blue Berawa Hotel and Villas sendiri menonjol sebagai hotel berbintang 5 yang asri dan hijau tepat di jantung atraksi yang memukau dan jalan -jalan yang ramai di Berawa Canggu BALI , hanya berjarak 500 meter berjalan kaki ke Pantai Berawa, Atlas BeachClub dan FINNS BeachClub, klub pantai paling Terbesar didunia dan Paling Terbaik didunia.

Menampilkan 119 kamar dan suite yang ditata apik serta 14 villa mewah , TUI Blue Berawa Hotel and Villas akan dibuka secara resmi untuk menyambut tamu mulai 13 Desember 2024.

Di saat yang bersamaan, The Luc berkolaborasi secara eksklusif dengan brand kuliner paling ternama yaitu Monsieur Spoon, GAB’s dan THE RR Chocolate.

Anthon Hilman selaku CEO PT Bali Ria International/The Luc menyampaikan TUI Blue Hotel Berawa Bali diperkirakan dibuka pada Desember 2024. Kompleks perhotelan dan vila ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas lengkap demi kenyamanan para tamu.

"Jadi ada kolaborasi The Luc dengan brand besar terkenal. Salah satunya para wisatawan disambut desain unggulan The RR Chocolate di lobi. Ini adalah merek cokelat super premium ,terbaik dan paling terkenal di Indonesia," ungkap Anthon kepada media di Bali, Kamis (14/11).

Monsieur Spoon adalah Kafe Roti Perancis yang dimulai pada tahun 2012. Berbasis di tempat yang paling banyak dikunjungi di Bali, Monsieur Spoon menyajikan beragam kue kering buatan tangan, kue, roti buatan tangan, dan hidangan gurih yang menggoda dalam lingkungan yang santai dan ramah.

Menurutnya, kolaborasi antara The Luc dan TUI Group dalam proyek hotel dan vila ini akan menghasilkan Momentum terbaik bagi wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik selama di Bali. Pihaknya mengusung konsep 'One Stop Lifestyle Destination & Experience' dalam mengembangkan kompleks hotel dan vila di kawasan Berawa, atau wisata Canggu secara umum.

Lebih lanjut kata Anthon, The Luc juga menjalin kolaborasi dengan merek-merek ternama dan terkenal, bahkan unggulan di Bali. Di antaranya Monsieur Spoon, GAB's Restaurant, merek fashion mewah asli Indonesia Uluwatu Lace, Kori Restaurant, Coco Lite Premium, Pia Agung, merk fashion Luzige, hingga The ArcOne.

"Di dalamnya terdapat kolaborasi antara esensi desain arsitektur yang unik dari keaslian Bali. Konsep alam yang hijau, persawahan yang asli dan alami. Lokasinya sangat strategis. visi wisata: memberikan pengalaman akomodasi terbaik dan terlengkap di Bali," tegasnya.

GastroBar GABS, dengan keunggulan kulinernya selama lebih dari 50 tahun, Chef Gabriel terus berinovasi, menciptakan hidangan segar dan dipersonalisasi setiap hari. Menu paling Specialnya yaitu : NO MENU. Chef Gabriel adalah Chef Ternama dan Sangat Terkenal di dunia terutama untuk High End Profille sebagai Private Chef. Artis dunia dan Tokoh-tokoh Dunia sampai dengan President USA.

The RR Chocolate adalah perusahaan Super Premium coklat, Variasi Ekkslusif Coklat dan minuman mewah yang berbasis Coklat paling terkenal di Indonesia. THE RR CHOCOLATE menampung tim pembuat coklat danvariasinya dari berbagai negara yang menggunakan keterampilan, R&D Modern,Perkebunan Khusus Coklat, untuk membuat dan menyelesaikan rangkaian coklat premium terbaik & lezat dengan Hati dan Inspirasi ..

Mengutamakan keramahtamahan BALI dan Budaya BALI, TUI Blue Berawa Hotel and Resort berdedikasi untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan, selaras dengan tren perjalanan global dan kearifan lokal BALI yang mendunia.

Dikelola di bawah TUI Group, sebuah perusahaan rekreasi, perjalanan, dan pariwisata multinasional yang berbasis di Jermandan lebih dari 100 Negara, lebih dari 35Juta anggota, hotel ini menandai TUI Blue Hotel bintang 5 pertama di Indonesia.

Menjaga momentum ke depan, PT Bali Ria International telah menandatangani MoU dengan TUI Blue Hotels pada bulan Oktober 2024, untuk mengembangkan dan mengoperasikan 30 villa di Wilayah Munduk - Bali Utara, di bawah merek mewah grup The Mora. Brand Tertinggi dan ternama dari Group TUI .

Mengambil inspirasi dari lingkungan sekitar, masing-masing villa di The Mora - Munduk Project akan menjadi tempat untuk kembali ke alam yang dikurasi dengan cermat, dengan perpaduan arsitektur otentik, desain kontemporer, dan kearifan lokal, semuanya digabungkan untuk menciptakan tempat perlindungan yang akan membuat Anda rindu untuk kehilangan diri sendiri. di dalamnya. ini akan Menjadikan BALI tujuan International Kelas Dunia.

The Mora adalah eksklusif luxury brand, dimiliki dan dioperasikan oleh TUI Blue Hotels, dengan The Mora Zanzibar sebagai andalannya saat ini. Penandatanganan MoU proyek Munduk - Bali Utara, akan menandai dimulainya pengembangan properti andalan The Mora yang pertama di Asia.

(Red)

Disparekraf DKI Ajak Hoping Island para Peserta WITF ke Kepulauan Seribu

Disparekraf DKI Ajak Hoping Island para Peserta WITF ke Kepulauan Seribu

Jakarta, IMC - Puluhan peserta Wonderful Indonesia Travel Fair (WITF) 2024 mengeksplor destinasi wisata unggulan di Kepulauan Seribu dalam program Jakarta Familiarization Trip Wonderful Indonesia Travel Fair (WITF) 2024.

Kegiatan tersebut berlangsung pekan lalu, Sabtu (5/10/2024) yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta dan diikuti oleh peserta WITF dari Polandia, Belanda, China, Jepang, Turki, Myanmar, Bahrain dan Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan famtrip diselenggarakan dalam rangka mendukung kelancaran dan kesuksesan acara WITF 2024 serta upaya terus mempromosikan kota Jakarta sebagai kota global destinasi wisata kelas dunia.

“Pemprov DKI melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta menggelar FamTrip bagi peserta WITF yang berasal dari berbagai negara di dunia sebagai salah satu dukungan dalam rangkaian kegiatan WITF 2024, sekaligus untuk mempromosikan Jakarta sebagai tujuan wisata bagi masyarakat dunia, khususnya wisata bahari di Kepulauan Seribu,” tutur Andhika.

Senada dengan Kadisparekraf, Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta Sherly Yuliana menambahkan pada FamTrip kali ini peserta diajak berkeliling ke tiga pulau di Kepulauan Seribu, salah satu diantarnya pulau resort, guna memperkenalkan destinasi wisata unggulan di Jakarta.

“Kami ajak peserta untuk hoping island, ke pulau Kelor, Pulau Onsrust, dan terakhir ke pulau Payung tepatnya di Asha Beach Club & Resort yang merupakan salah destinasi wisata unggulan di kepulauan Seribu, dengan harapan akan memantik para wisatawan mancara negara untuk berwisata ke Asha resort,” terang Sherly.

Sementara itu, Ketua Sub Kelompok Pemasaran Luar Negeri Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Lucky Wulandari mengatakan Famtrip bagi peserta WITF ini sangat tepat untuk mempromosikan Jakarta sebagai destinasi wisata bahari di kanca global.

“WITF merupakan pameran pariwisata tahunan yang bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata unggulan di Indonesia kepada para wisatawan domestik maupun mancanegara. Event ini juga bertujuan untuk mempertemukan pelaku industri pariwisata dengan potential buyers dari dalam dan luar negeri, guna meningkatkan kunjungan wisata serta transaksi sektor pariwisata di Indonesia, khususnya dalam hal ini Jakarta,” papar Lucky Wulandari. (Humas)

Kategori:

WITF, Wonderfull Indonesia Travel Fair, Disparekraf DKI, World News,Internasional, Pariwisata, Kepulauan Seribu, Asha Resort, Pulau Kelor, Pulau Onrust, Wisata.

Museum Sejarah Jakarta Resmi Gelar Pameran 'Furnitur Bertutur' dengan Sentuhan Inovasi Digital dan Kolaborasi Multi Pihak

Museum Sejarah Jakarta Resmi Gelar Pameran 'Furnitur Bertutur' dengan Sentuhan Inovasi Digital dan Kolaborasi Multi Pihak

Jakarta, penaxpose.com | Pada hari Senin, 14 Oktober 2024, pameran bertajuk “Furnitur Bertutur” secara resmi dibuka di Taman Dalam Museum Sejarah Jakarta. 

Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh 100 tamu undangan dan dibuka langsung oleh Bapak Iwan Henry Wardhana, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. 

Momen tersebut juga semakin semarak dengan penampilan istimewa dari grup musik legendaris Krontjong Toegoe. 

Esti Utami, Kepala Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta (UP MKJ), mengungkapkan latar belakang pameran ini, “Pameran Furnitur Bertutur ini merupakan salah satu bentuk program publik museum yang didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.”

Lebih lanjut, Esti menjelaskan bahwa pameran temporer ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun dengan tema yang berbeda. Tahun ini, Museum Sejarah Jakarta mengangkat tema furnitur. 

“Pameran ini merupakan hasil dari proses riset signifikasi pada sejumlah koleksi furnitur yang dimiliki oleh Museum Sejarah Jakarta. Proses riset tersebut telah dilakukan oleh tim kuratorial dari SEAMS bersama dengan tim Museum Sejarah Jakarta sejak tahun 2022,” tambahnya.

Pameran "Furnitur Bertutur" ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru tentang nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalam koleksi furnitur yang ada di Museum Sejarah Jakarta.

Cerita dari Koleksi Furnitur Museum Sejarah Jakarta" mulai 14 Oktober hingga 27 Desember 2024. Pameran ini menampilkan kisah di balik sejumlah koleksi furnitur melalui berbagai media interaktif, digital label, oral history, dan aktivitas edukasi yang dirancang khusus untuk pengunjung anak-anak.

Pameran ini merupakan hasil kolaborasi Museum Sejarah Jakarta dengan Southeast Asia Museum Services (SEAMS), serta didukung oleh sembilan partner organisasi, termasuk Indonesian Heritage Agency, Museum Kebaharian, Living Museum Roemah Toegoe, Museum Sonobudoyo Yogyakarta, dan Rumah Kartini Jepara. 

Organisasi-organisasi tersebut secara sukarela meminjamkan objek, menyediakan data, serta memberikan dukungan berharga untuk terselenggaranya pameran ini.

Esti Utami, Kepala Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta, menyampaikan bahwa pameran ini merupakan program rutin yang diadakan setiap tahun dengan tema yang berbeda-beda. 

“Tahun ini, Museum Sejarah Jakarta mengambil tema furnitur. Pameran ini merupakan hasil dari proses riset signifikansi terhadap sejumlah koleksi furnitur yang dimiliki museum. Proses riset ini telah dilakukan sejak tahun 2022 oleh tim kuratorial dari SEAMS bersama dengan tim Museum Sejarah Jakarta," jelasnya saat pembukaan pameran di Taman Dalam Museum Fatahillah, Senin (14/10/2024).

Esti juga menambahkan bahwa furnitur yang ditampilkan dalam pameran ini bukan sekadar peninggalan kolonial atau barang antik yang terlupakan. 

"Furnitur ini mengandung cerita sejarah yang penting dan melalui pameran ini, kami ingin mengangkat cerita-cerita tersebut agar bisa dinikmati oleh publik," ungkapnya.

Selain pameran fisik, pengunjung juga dapat menikmati pameran digital melalui situs furniturbertutur.com, memberikan akses lebih luas kepada masyarakat untuk mengetahui lebih dalam mengenai koleksi furnitur bersejarah ini.

Mengungkap Cerita di Balik Koleksi Furnitur Langka di Museum Sejarah Jakarta

Museum Sejarah Jakarta (MSJ) menyimpan berbagai koleksi furnitur bersejarah yang berasal dari masa VOC dan era Hindia Belanda. Dengan jumlah kurang lebih 200 objek yang berasal dari abad 17 hingga 19, koleksi ini mencerminkan kisah sejarah Batavia (sekarang Jakarta) yang kompleks, berlapis-lapis, dan terkadang sulit untuk dipahami. 

Melalui pameran ini, pengunjung dapat menyelami bagaimana furnitur tersebut diperoleh, dihargai, dilupakan, dan ditemukan kembali selama berabad-abad lamanya.

Sebagai pusat perdagangan utama pada abad ke-17 dan ke-18, Batavia menghubungkan Asia dan Eropa. Kota ini dikenal kaya dan kosmopolitan, di mana furnitur yang dibuat dengan indah dan mewah beredar luas, menggabungkan pengaruh Timur dan Barat dalam apa yang dikenal sebagai 'Gaya Batavia' yang khas. Namun, di balik kemewahan tersebut, tersimpan cerita-cerita rumit. Banyak furnitur yang dihasilkan oleh pekerja paksa, yang diperoleh oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) dari seluruh Asia. Selain itu, rumah-rumah besar tempat furnitur tersebut dipajang juga bergantung pada tenaga kerja yang terdiri dari orang-orang yang diperbudak.

Dalam pameran ini, pengunjung dapat melihat beberapa koleksi unggulan yang sangat istimewa, di antaranya:

- Kursi Raden Saleh: Kursi yang pernah dimiliki oleh Raden Saleh, seorang seniman kontemporer Indonesia. Kursi ini dibuat dengan gaya neo-Gothic khusus untuk rumahnya di Cikini.

- Kursi dari Kolombo, Sri Lanka: Kursi berusia 200 tahun yang merupakan bagian dari set furnitur yang saat ini berada di Kolombo, Sri Lanka, sementara kursi ini tetap di Batavia.

- Tempat Tidur Anak: Tempat tidur anak yang dihiasi dengan ukiran yang menceritakan dongeng, termasuk kisah tentang tempat tidur yang bergoyang sendiri di malam hari.

Pameran ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk tidak hanya menikmati keindahan furnitur, tetapi juga merenungkan sejarah dan cerita di balik setiap objek, sehingga semakin memperkaya pemahaman tentang warisan budaya Jakarta. (Emy)

Museum Bahari: Menyelami Sejarah Maritim Indonesia dan Mewariskan Kebijaksanaan Laut kepada Generasi Muda

Museum Bahari: Menyelami Sejarah Maritim Indonesia dan Mewariskan Kebijaksanaan Laut kepada Generasi Muda

Jakarta, penaxpose.com  | Museum Bahari, terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta, adalah salah satu situs penting yang menyimpan dan menceritakan perjalanan sejarah maritim Indonesia. Berdiri sejak tahun 1977, museum ini menempati gedung bekas gudang penyimpanan rempah-rempah dari zaman kolonial Belanda. Sebagai pusat edukasi sejarah bahari, Museum Bahari tidak hanya menampilkan artefak-artefak bersejarah, namun juga berperan dalam mendidik generasi muda tentang kekayaan bahari nusantara.

Berlokasi di Jalan Pasar Ikan No. 1, Jakarta Utara, Museum Bahari berada dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa, salah satu pelabuhan tertua di Indonesia. Bangunan yang kini menjadi museum ini dulunya digunakan oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) untuk menyimpan hasil bumi Nusantara, seperti rempah-rempah, kopi, dan teh. Resmi beroperasi sebagai museum pada 1977, Museum Bahari kini menjadi saksi sejarah dunia pelayaran dan peran laut dalam perjuangan bangsa.

Museum Bahari memiliki koleksi yang mengagumkan, mulai dari replika kapal tradisional Nusantara hingga peralatan navigasi kuno. Kapal-kapal seperti pinisi dari Bugis-Makassar dan perahu jukung dari Bali menjadi bukti keahlian pembuatan perahu bangsa Indonesia. Museum ini juga menyimpan alat navigasi, artefak perdagangan rempah-rempah, serta diorama yang menggambarkan perdagangan lintas samudra dan pertempuran laut yang mewarnai sejarah Indonesia.

Museum Bahari bukan hanya tempat penyimpanan artefak sejarah, melainkan juga menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat, terutama generasi muda. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, laut adalah penghubung antarbudaya dan perekonomian di Indonesia. Melalui pamerannya, museum ini mengajak kita untuk lebih memahami peran strategis laut dalam pembentukan identitas nasional, dan mengingatkan akan pentingnya menjaga warisan maritim bagi masa depan.

Dengan berkunjung ke Museum Bahari, masyarakat diajak menyelami sejarah panjang bahari Indonesia dan menyerap kearifan lokal yang diwariskan nenek moyang bangsa sebagai bangsa maritim. (Pokjawarkotu)