STIE MBI Gelar MBI Explora Fest, Cetak Wirausaha Muda Berkualitas

STIE MBI Gelar MBI Explora Fest, Cetak Wirausaha Muda Berkualitas

Jakarta, penaxpose.com | Sabtu, 22 Maret 2025

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Manajemen Bisnis Indonesia (STIE MBI) kembali menggelar MBI Explora Fest dengan tema "Sinergitas Mahasiswa serta UMKM untuk Membangun Kampus Berwirausaha Unggul dan Inovasi Bisnis Berkelanjutan". Acara ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan kewirausahaan yang berdaya saing.

Dalam pelaksanaannya, STIE MBI menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti instansi pemerintahan kecamatan, UMKM setempat, KNPI, kepala desa, serta karang taruna, guna memperkuat ekosistem bisnis yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Kolaborasi untuk Meningkatkan Wirausaha

Ketua pelaksana acara, Adinda, menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya MBI Explora Fest.

"Terima kasih kepada panitia, dosen, masyarakat, serta semua pihak yang telah mendukung acara ini. MBI Explora Fest bukan sekadar ajang jual beli, tetapi juga pengalaman dan pembelajaran baru bagi mahasiswa dan UMKM dalam mengembangkan bisnis yang lebih baik," ujar Adinda.

Sementara itu, Ketua STIE MBI, Dr. H. Teguh Prajitno, S.E., M.M., menekankan pentingnya peran dunia pendidikan dalam mendukung pertumbuhan UMKM menuju Indonesia Emas 2045.

"Pemerintah pusat menargetkan 70 persen perekonomian Indonesia ditopang oleh usaha menengah. Untuk mewujudkan hal itu, kampus dan jajarannya harus berkolaborasi guna mendorong UMKM naik kelas," paparnya saat diwawancarai.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk memanfaatkan ilmu yang diperoleh sebagai bekal masa depan. Pemerintah telah mencanangkan program kerja sama antara UMKM dan koperasi guna menggerakkan ekonomi kerakyatan serta mengatasi permasalahan finansial, seperti pinjaman online ilegal.

Akademisi dan Dunia Usaha Bersinergi

Dosen pembimbing, Yohan Nurdiansyah, S.E., M.M., menegaskan bahwa MBI Explora Fest merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan dunia usaha.

"Melalui acara ini, para pelaku usaha memiliki kesempatan untuk menampilkan kreativitas dan inovasi mereka. Mahasiswa juga dituntut untuk tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami dinamika dunia bisnis," jelasnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIE MBI, Widia Yunitawati, S.H., M.M., memberikan semangat kepada mahasiswa yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara ini.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang diintegrasikan dalam mata kuliah. Semoga acara ini sukses dan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk lebih kreatif dan aktif dalam dunia bisnis," tuturnya.

Dengan terselenggaranya MBI Explora Fest 2025, STIE MBI berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dalam berwirausaha, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM yang lebih kuat dan berdaya saing.

(MJ/Cawang)

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Grogol Gelar Hari Bermuhammadiyah di Perguruan Muhammadiyah Grogol

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Grogol Gelar Hari Bermuhammadiyah di Perguruan Muhammadiyah Grogol

Jakarta Barat, penaXpose.com - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Grogol menggelar acara Hari Bermuhammadiyah (HBM) pada Sabtu (8/4/2025) di Perguruan Muhammadiyah Grogol, Jalan Dr. Susilo 1, Grogol, Jakarta Barat. Acara ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah serta memperkenalkan sekolah-sekolah di bawah naungan Perguruan Muhammadiyah Grogol, yakni SD Muhammadiyah 10, SMP Muhammadiyah 12, dan SMA Muhammadiyah 24.

Kehadiran Tokoh dan Pengisi Acara

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh Muhammadiyah, di antaranya:

• Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, KH. Dr. Nurhadi Muhammad Sani, M.Ag, yang turut memberikan tausiah.

• Pimpinan Cabang Muhammadiyah Grogol, terdiri dari:
° Muhammad Arief Prasetyo, S.Kom (Ketua)
° Irfan Fachruddin, SE (Sekretaris)
° Achmad Fahri (MPKU)
° Sufahmi, S.Kom (Sekretaris Dikdasmen)

• Para kepala sekolah dari SD Muhammadiyah 10, SMP Muhammadiyah 12, dan SMA Muhammadiyah 24.

• Para dewan guru, siswa-siswi Perguruan Muhammadiyah Grogol, serta wali murid.

• Utusan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Jakarta Barat yang sekaligus beraudiensi dengan PCM Grogol.

Semangat Berkontribusi bagi Umat dan Bangsa

Ketua PCM Grogol, M. Arief Prasetyo, S.Kom, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya HBM ini. Ia menegaskan bahwa sebagai bagian dari Muhammadiyah, seluruh anggota memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan dakwah Islam yang berkemajuan.

"Mari kita jadikan momentum Hari Bermuhammadiyah ini sebagai pemantik semangat untuk berkontribusi lebih bagi umat dan bangsa," ujarnya. 

Rangkaian Acara dan Kegiatan

Selain tausiah agama, acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan menarik, di antaranya:

• Hafalan Al-Qur'an oleh siswa-siswi.
• Pentas seni.
• Penampilan dari Hizbul Wathan dan Tapak Suci.
• Dongeng anak yang dibawakan oleh Kak Hendra dengan bonekanya.
• Bazaar dan penggalangan dana untuk pembangunan Musholla Al-Ikhsan.
• Penggalangan Dana untuk Musholla Al-Ikhsan

Ketua panitia HBM, Tukiman, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga sebagai ajang penggalangan dana untuk pembangunan Musholla Al-Ikhsan.

"Musholla ini nantinya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pembinaan karakter. Oleh karena itu, partisipasi dalam donasi ini bukan sekadar sumbangan materi, tetapi juga investasi akhirat yang pahalanya akan terus bergulir," ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pembangunan Musholla Al-Ikhsan, Ustadz Nana Juliana, S.Ag, menambahkan bahwa keberadaan musholla di lingkungan sekolah sangat penting dalam membina generasi yang madani.

"Musholla ini tidak hanya sebagai sarana ukhuwah Islamiyah, tetapi juga sebagai tempat pendidikan nonformal yang memberikan dampak positif bagi warga sekolah serta masyarakat sekitar," jelasnya.

Melalui acara ini, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Grogol berharap dapat terus memperkuat nilai-nilai keislaman serta meningkatkan peran Muhammadiyah dalam dunia pendidikan dan sosial.

Reporter: Sufahmi

Pengaruh Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Politik Kampus

Pengaruh Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Politik Kampus

Jakarta, penaXpose.com | Kamis, 23 Januari 2025

Penulis: Magdalena Murniwati Zebua (211011500097)
Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM)

Pendidikan kewarganegaraan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Di lingkungan kampus, pendidikan ini menjadi sarana inspirasi bagi mahasiswa untuk lebih aktif dalam kegiatan politik kampus, seperti pemilihan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) atau Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), diskusi, seminar, hingga aksi advokasi yang membahas isu-isu sosial.

Makna dan Relevansi Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan kewarganegaraan bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan tentang sistem politik, nilai-nilai demokrasi, dan hak asasi manusia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, pendidikan ini dirancang untuk membentuk karakter mahasiswa agar menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan berdaya kritis.

Pada tingkat universitas, mata kuliah ini menjadi komponen penting dalam kurikulum wajib. Efektivitasnya bergantung pada metode pengajaran yang mampu menghubungkan teori dengan praktik nyata, seperti simulasi pemilu kampus atau forum diskusi kebijakan.

Faktor Pendukung Partisipasi Mahasiswa

1. Kurikulum yang Inovatif

Kurikulum pendidikan kewarganegaraan yang menyertakan pendekatan praktis dapat menarik minat mahasiswa terhadap isu-isu politik. Simulasi pemilu lintas jurusan, misalnya, memberikan pengalaman langsung tentang proses demokrasi.

2. Peran Aktif Pengajar

Dosen yang memotivasi dan menggunakan metode pembelajaran relevan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya politik kampus. Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif berdiskusi tentang kebijakan publik di kelas lebih cenderung terlibat dalam organisasi kampus.

3. Budaya Demokrasi di Kampus

Lingkungan kampus yang mendukung demokrasi, seperti debat kandidat pemilihan ketua BEM secara terbuka, menjadi wadah pembelajaran politik yang efektif. Sebaliknya, kampus yang minim kegiatan politik menghasilkan mahasiswa yang kurang peduli terhadap partisipasi politik.

4. Kesadaran Mahasiswa

Pendidikan kewarganegaraan membangun kesadaran bahwa kegiatan politik kampus bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari proses belajar demokrasi. Mahasiswa yang aktif dalam organisasi kampus umumnya memiliki wawasan lebih luas tentang tata kelola organisasi dan nilai-nilai kepemimpinan.

Dampak Positif Partisipasi Politik Kampus

1. Penguatan Kompetensi Demokrasi

Mahasiswa yang terlibat dalam politik kampus cenderung memiliki kemampuan komunikasi, analisis, dan kepemimpinan yang lebih baik. Hal ini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan di masa depan, baik sebagai individu maupun pemimpin masyarakat.

2. Pembentukan Pemimpin Muda

Kegiatan politik kampus melatih mahasiswa memahami pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan demokrasi. Banyak pemimpin nasional memulai karier mereka dari organisasi kampus, menjadikannya ruang latihan yang ideal.

3. Kesadaran Sosial yang Lebih Kuat

Partisipasi dalam advokasi isu-isu sosial, seperti lingkungan atau kesetaraan gender, membantu mahasiswa mengembangkan empati dan tanggung jawab terhadap kondisi masyarakat.

Kesimpulan

Pendidikan kewarganegaraan memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk mahasiswa yang sadar politik dan bertanggung jawab. Dengan metode pengajaran yang efektif serta dukungan dari lingkungan kampus, mahasiswa dapat terinspirasi untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan politik kampus.

Keterlibatan ini tidak hanya melatih mahasiswa menjadi pemimpin yang kompeten, tetapi juga membangun generasi muda yang peduli terhadap nilai-nilai demokrasi. Oleh karena itu, sinergi antara pengajar, kurikulum, dan budaya demokrasi di kampus sangat penting untuk memastikan pendidikan kewarganegaraan menghasilkan dampak positif secara maksimal.

Kadis Kominfo Sumut Ilyas Sitorus Ajak Mahasiswa Hindari Judi Online

Kadis Kominfo Sumut Ilyas Sitorus Ajak Mahasiswa Hindari Judi Online
Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ilyas Sitorus menghadiri acara seminar nasional bertajuk ‘Bahaya dan Dapak Judi Online Bagi Generasi Muda Bangsa’, yang diselenggarakan Penyuluh Agama Islam PPPK Kementerian Agama Kota Medan, di Kampus Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP), Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan Medan, Rabu (22/1).

MEDAN, penaXpose.com - Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ilyas Sitorus mengajak mahasiswa untuk menghindari judi online. Sebab, judi online akan berdampak buruk terhadap aspek finansial, sosial, spikis, kesehatan, akademik, keagamaan dan kepribadian pelakunya. 

Hal tersebut disampaikannya pada acara seminar nasional bertajuk ‘Bahaya dan Dapak Judi Online Bagi Generasi Muda Bangsa’, yang diselenggarakan Penyuluh Agama Islam PPPK Kementerian Agama Kota Medan, di Kampus Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP), Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan Medan, Rabu (22/1). 

"Penuntasan masalah judi online ini akan sangat bergantung pada bagaimana kita menyikapinya. Yang bisa menghentikannya adalah diri kita sendiri,” ujar Ilyas Sitorus.

Ilyas mengatakan, sudah banyak situs judi online yang sudah diblokir Pemerintah. Namun faktanya situs judi online masih saja terus bertambah dan memenuhi ruang daring masyarakat.

“Kalau kita lihat, bila ada satu situs ditakedown maka mereka akan membuat situs baru lagi, demikian seterusnya,” katanya.

Untuk itu, Ilyas Sitorus mengajak mahasiswa membangun ketahanan pribadi terhadap judi online. Dengan memiliki mindset bahwa uang tidak didapat dengan cara instan dan menyimpang, serta melakukan kegiatan yang bermanfaat.

“Bagi yang belum terkena judi online, ayo bentengi diri. Kembangkan kesadaran diri dan isi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat serta hindari pertemanan dengan orang orang yang mempunyai hobbi bermain judi online. Bagi yang sudah terkena segeralah berhenti,” tegas Ilyas Sitorus.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Impun Siregar mengatakan bahwa semua agama pasti sangat menentang dan mengharamkan judi. Jadi menurutnya sudah sepantasnya semua umat menjauhinya.

“Semua agama menentang dan mengharamkan judi. Sebagai umat Tuhan sudah sepantasnya kita hindari,” ujar Impun Siregar, sambil mengajak para mahasiswa untuk meningkatkan iman dan taqwa menurut aganya masing-masing.

Kasubdit Ditintelkam Polda Sumut AKBP Samsul Bahri Siregar yang juga menjadi narasumber pada acara tersebut mengatakan, bahwa pelaku yang terjerat judi onlne biasanya adalah pengguna internet yang mengharapkan keuntungan dengan cara instan.

Samsul Bahri menambahkan, faktor utama orang melakukan tindak kejahatan berawal dari keluarga, lingkungan sosial dan lingkungan pendidikan. “Ketika keluarga dan masyarakat abai mengajarkan etika, adab, moral dan adat istiadat. Maka akan ada risiko penyimpangan perilaku. Inilah yang terjadi kepada para pelaku,” jelasnya.

Seminar nasional ini dihadiri sekitar empat ratusan mahasiswa dari berbagai Prodi dan jurusan di Unversitas MBP. Turut hadir Rektor Universitas MBP Sarman Sinaga, para dosen dan civitas akademika di lingkungan Universitas MBP Medan.

(DISKOMINFO SUMUT/Emy)



FOTO

Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ilyas Sitorus menghadiri acara seminar nasional bertajuk ‘Bahaya dan Dapak Judi Online Bagi Generasi Muda Bangsa’, yang diselenggarakan Penyuluh Agama Islam PPPK Kementerian Agama Kota Medan, di Kampus Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP), Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan Medan, Rabu (22/1).

Membangun Sinergi Antara Perguruan Tinggi dan Sekolah: Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sebagai Langkah Nyata Pendidikan Bermakna

Membangun Sinergi Antara Perguruan Tinggi dan Sekolah: Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sebagai Langkah Nyata Pendidikan Bermakna

 

Jakarta, penaXpose.com | Jumat, 17 Januari 2025

Pendidikan bukan hanya sekadar teori yang diajarkan di dalam kelas, tetapi juga tentang bagaimana ilmu dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Hal inilah yang menjadi dasar pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), sebuah program yang dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pendidik profesional dengan pengalaman langsung di lapangan.

Pada Selasa, 14 Januari 2024, Universitas Pamulang melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi PPKn secara resmi menyerahkan mahasiswa PPL kepada SMK Falatehan. Prosesi serah terima ini dilakukan oleh Dosen Pembimbing, Bapak Saepudin Karta Sasmita, S.Pd., M.Pd., dan diterima langsung oleh Kepala Sekolah SMK Falatehan, Bapak Mohamad Irvan, S.Pd.

Momentum ini bukan sekadar simbolis, melainkan langkah nyata dalam membangun kolaborasi antara kampus dan sekolah. SMK Falatehan, sebagai institusi pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membekali siswa dengan keterampilan vokasi, menjadi tempat ideal bagi mahasiswa untuk belajar dan memberikan kontribusi nyata kepada dunia pendidikan.

Kerja sama ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana mahasiswa untuk mempraktikkan teori yang dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga menjadi ajang kontribusi nyata dalam memajukan pendidikan di tingkat sekolah menengah. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi teladan, membangun hubungan baik dengan siswa, serta menyampaikan materi pembelajaran secara efektif. Dengan pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memahami dinamika pembelajaran, berinteraksi dengan siswa, hingga menghadapi tantangan yang dihadapi oleh guru dalam mendidik dan membentuk karakter generasi muda.


Dalam sambutannya, Bapak Saepudin Karta Sasmita, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing PPL Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang, menyampaikan, “Kami di sini bermaksud menitipkan mahasiswi kami untuk menimba ilmu secara nyata di SMK Falatehan. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah untuk menggembleng, melatih, membina, dan mendidik mereka menjadi guru profesional yang suatu saat nanti akan menjadi pengganti kita di masa depan.”

Program PPL ini diharapkan dapat memberikan manfaat timbal balik. Mahasiswa memperoleh pengalaman berharga yang tidak bisa didapatkan di ruang kuliah, sementara sekolah mendapatkan tambahan tenaga dan ide-ide segar yang dapat mendukung proses pembelajaran. Kerja sama antara Universitas Pamulang dan SMK Falatehan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dapat menciptakan dampak positif bagi kedua belah pihak.

Harapan besar juga disematkan pada program ini. Melalui PPL, masa depan pendidikan Indonesia diharapkan semakin cerah dengan kehadiran guru-guru muda yang siap mengabdi dengan kompetensi dan dedikasi tinggi. Hal ini sejalan dengan tujuan Sistem Pendidikan Nasional sebagaimana diatur dalam Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2003, yang menjelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan, membentuk watak, serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan juga bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Melalui kolaborasi ini, Universitas Pamulang dan SMK Falatehan membuktikan bahwa pendidikan bermakna hanya dapat terwujud dengan sinergi dan komitmen bersama untuk menciptakan generasi penerus yang unggul.

Oleh: Klaudia Permata Putri (Mahasiswa Prodi PPKn, FKIP UNPAM)

Serangan Fajar: Praktik Politik Uang yang Mengancam Integritas Pemilu

Serangan Fajar: Praktik Politik Uang yang Mengancam Integritas Pemilu

penaXpose.com | Kamis, 16 Januari 2025

Penulis: Berlian Gultom (211011500167)
Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM)

Politik Indonesia memiliki dinamika yang khas, ditandai oleh sistem multipartai yang kompleks dan pelaksanaan pemilu secara langsung. Pemilu, baik untuk memilih presiden, anggota legislatif, maupun kepala daerah, selalu menjadi ajang kompetisi ketat antar calon dan partai politik. Dalam persaingan ini, berbagai taktik digunakan oleh kandidat atau tim kampanye untuk meraih kemenangan. Salah satu fenomena yang sering terjadi adalah praktik "serangan fajar" atau politik uang, yang merujuk pada pembelian suara atau pemberian imbalan berupa uang atau barang kepada pemilih untuk memilih calon tertentu.

Menurut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serangan fajar sering melibatkan distribusi uang dalam jumlah kecil kepada pemilih untuk memengaruhi keputusan mereka. Praktik ini berlangsung secara sembunyi-sembunyi, sehingga sulit untuk dibuktikan. Biasanya, serangan fajar terjadi menjelang hari pemungutan suara, terutama di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi, di mana pemilih lebih rentan terhadap tawaran material.

Faktor Penyebab Serangan Fajar

1. Kepentingan Politik dan Elektabilitas
Banyak kandidat merasa tertekan untuk meraih suara sebanyak mungkin. Dalam sistem pemilu yang sangat kompetitif, politik uang dianggap sebagai cara cepat dan efektif untuk meningkatkan elektabilitas, terutama di daerah dengan tingkat partisipasi pemilih rendah. Menurut laporan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tahun 2020, rendahnya kesadaran politik di kalangan pemilih sering menjadi penyebab utama praktik politik uang. Pemilih cenderung memilih berdasarkan imbalan materi, bukan visi dan misi calon.

2. Kesenjangan Ekonomi
Ketidakstabilan ekonomi membuat masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah lebih rentan terhadap tawaran uang atau barang sebagai imbalan memilih calon tertentu. Transparency International Indonesia (TII) dalam laporan tahun 2018 menyebutkan bahwa praktik politik uang sering terjadi di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi, di mana kebutuhan ekonomi mendesak membuat pemilih mudah tergoda.

3. Budaya Politik Patronase
Di banyak wilayah Indonesia, budaya politik patronase masih kuat. Pemilih sering mengharapkan balas jasa dari calon yang mereka pilih. Southeast Asia Research (2021) mencatat bahwa budaya patronase ini menciptakan ekosistem politik di mana pemberian uang atau barang dianggap sebagai hal yang wajar dalam proses pemilu.

4. Minimnya Penegakan Hukum
Meskipun aturan melarang politik uang, lemahnya penegakan hukum membuat praktik ini sulit diberantas. Bawaslu dalam laporan tahun 2022 mengungkapkan bahwa kasus politik uang sering kali sulit dibuktikan, sehingga pelaku merasa aman untuk melanjutkan praktik tersebut.

5. Keterbatasan Akses Informasi Politik
Kurangnya pendidikan politik dan minimnya informasi tentang program atau visi misi calon membuat pemilih lebih mudah dipengaruhi oleh iming-iming materi. Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 2019 menunjukkan bahwa pemilih yang kurang informasi cenderung menerima uang karena merasa tidak memiliki cukup dasar untuk membuat keputusan rasional.

Dampak Serangan Fajar

Serangan fajar memiliki dampak signifikan terhadap kualitas demokrasi di Indonesia. Praktik ini merusak prinsip pemilu yang bebas, adil, dan jujur. Ketika pemilih memilih berdasarkan imbalan materi, hasil pemilu tidak mencerminkan kehendak rakyat secara nyata. Hal ini berpotensi melahirkan pemimpin yang tidak kompeten atau hanya mengandalkan kekayaan untuk meraih dukungan politik.

Selain itu, serangan fajar mendorong terbentuknya politik transaksional, di mana suara pemilih menjadi komoditas. Pemilu yang seharusnya menjadi ajang penentuan nasib bangsa berdasarkan kebijakan dan visi calon berubah menjadi transaksi material yang merusak integritas demokrasi.

Menurut KPU, praktik ini tidak hanya merusak kualitas pemilu, tetapi juga mengurangi kepercayaan publik terhadap sistem politik. Pemilih yang merasa suara mereka bisa dibeli cenderung menganggap bahwa memilih bukanlah tindakan penting.

Kesimpulan

Serangan fajar tetap menjadi tantangan besar dalam politik Indonesia. Meskipun sudah ada regulasi yang melarang praktik ini, lemahnya penegakan hukum dan rendahnya kesadaran politik membuat serangan fajar terus berlangsung. Dibutuhkan upaya serius untuk mengedukasi pemilih, meningkatkan transparansi kampanye, dan memperkuat pengawasan terhadap politik uang. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan integritas pemilu dan kualitas demokrasi di Indonesia dapat terjaga.

Penyerahan Mahasiswa PPL Universitas Pamulang ke SMK Falatehan: Langkah Strategis Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Penyerahan Mahasiswa PPL Universitas Pamulang ke SMK Falatehan: Langkah Strategis Tingkatkan Kualitas Pendidikan

penaXpose.com | Selasa, 14 Januari 2025

Penyerahan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Pamulang ke SMK Falatehan menjadi salah satu langkah penting dalam menjembatani teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di dunia pendidikan. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengajar dan berinteraksi dengan siswa di sekolah.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 49 Tahun 2014, PPL adalah bagian integral dari proses pendidikan tinggi yang bertujuan mempersiapkan calon pendidik yang kompeten. Dalam hal ini, SMK Falatehan menjadi mitra strategis yang menyediakan lingkungan belajar ideal bagi mahasiswa Universitas Pamulang.

Manfaat PPL bagi Mahasiswa dan Sekolah

Kegiatan PPL memberikan manfaat signifikan bagi mahasiswa dan sekolah. Mahasiswa mendapatkan kesempatan menerapkan teori ke dalam praktik nyata, mengembangkan keterampilan pedagogis, serta memahami tantangan dunia pendidikan. Selain itu, mereka dapat memperluas jaringan profesional yang berguna untuk karier di masa depan.

Bagi SMK Falatehan, kehadiran mahasiswa PPL menjadi tambahan sumber daya manusia yang mendukung proses pembelajaran. Kepala Sekolah SMK Falatehan, Mohamad Irfan, S.Pd., menyatakan, "Mahasiswa PPL dapat membawa perspektif baru dan inovasi dalam metode pengajaran, yang meningkatkan kualitas pembelajaran."

Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia (2020) menunjukkan bahwa siswa yang diajar oleh mahasiswa PPL memiliki motivasi belajar lebih tinggi dan hasil akademik yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang hanya diajar oleh guru tetap.

Tujuan dan Proses Penyerahan Mahasiswa PPL

Tujuan utama PPL adalah memberikan mahasiswa pengalaman langsung dalam mengajar, mengembangkan keterampilan pedagogis, serta memperkuat hubungan antara universitas dan sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun soft skills seperti komunikasi, kerja sama, dan kepemimpinan.

Proses penyerahan mahasiswa PPL Universitas Pamulang ke SMK Falatehan dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari seleksi mahasiswa, orientasi, hingga serah terima resmi. Dalam acara penyerahan, dosen pembimbing Universitas Pamulang, Saefudin Kartasasmita, S.Pd., M.Pd., menyampaikan, "Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta hubungan saling menguntungkan antara universitas dan sekolah. Mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga, sementara sekolah mendapat dukungan dalam pembelajaran."

Kesimpulan

Kegiatan penyerahan mahasiswa PPL Universitas Pamulang ke SMK Falatehan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa dan sekolah, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan masyarakat melalui pendidikan yang berkualitas.

Keberhasilan program ini bergantung pada komitmen semua pihak untuk melaksanakannya dengan serius dan penuh tanggung jawab. Dengan sinergi yang baik antara universitas dan sekolah, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan generasi pendidik yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Penulis: Efi Susilawati (Mahasiswa Universitas Pamulang)

SMA Muhammadiyah 24 Grogol Gelar Taruna Melati Dasar di Puncak Bogor

SMA Muhammadiyah 24 Grogol Gelar Taruna Melati Dasar di Puncak Bogor


Bogor, penaXpose.comSMA Muhammadiyah 24 Grogol, Jakarta Barat, menggelar kegiatan Taruna Melati Dasar (TMD) sebagai bagian dari program kaderisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Ahad, 11-12 Januari 2025, di Villa La Gofla, Puncak, Bogor, dengan diikuti oleh 60 siswa kelas X.

TMD merupakan langkah awal dalam proses pengkaderan IPM untuk melatih kepribadian kader pelajar Muhammadiyah sekaligus mempersiapkan mereka sebagai penerus estafet kepemimpinan. 
Dalam kegiatan ini, peserta dilatih kemampuan dasar organisasi serta diperkenalkan lebih mendalam pada nilai-nilai Kemuhammadiyahan.



Hari Pertama: Pembukaan dan Materi Kepemimpinan

Kegiatan diawali dengan pelepasan peserta oleh salah satu Pimpinan Cabang Muhammadiyah Grogol, Sufahmi, S.Kom, dan doa yang dipimpin oleh Luthfiyah, S.Pd. Acara resmi dibuka di lokasi oleh Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 24, Ustadz Nana Juliana, S.Ag.

Selanjutnya, peserta menerima sejumlah materi dari para narasumber, antara lain:

• Dasar-dasar Kepemimpinan oleh Purwandaru Akbarsyah, M.Pd
• Pembinaan Karakter dan Belajar Efektif oleh Ida Rahayu, S.Pd
• Kemuhammadiyahan oleh Jhoniward Al-Afghany H, S.Pd
• Public Speaking oleh Rizky Muharram, S.Pd

Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan Ketua IPM terpilih, Agam Setiadi, untuk periode 2024-2025. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Grogol, Arif Prasetyo, S.Kom, memberikan sambutan, yang kemudian diakhiri dengan tausiyah oleh Ustadz Raihan Zamzam.



Hari Kedua: Aktivitas Fisik dan Penutupan

Hari kedua dimulai dengan sholat subuh berjamaah, dilanjutkan senam pagi yang dipandu oleh Dewi Shinta, S.Pd, dan Nopri, S.Pd. Peserta juga mengikuti berbagai games outbound yang dirancang untuk meningkatkan kerja sama tim dan kreativitas. Acara ditutup oleh Ketua Panitia TMD, Purwandaru Akbarsyah, M.Pd.

Membangun Generasi Unggul

Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 24, Ustadz Nana Juliana, S.Ag, menyampaikan bahwa tema kegiatan TMD kali ini adalah "Membangun Generasi Muda Tertib Ibadah, Tertib Belajar, Tertib Berorganisasi, dan Berwawasan Lingkungan."

“Kegiatan ini diharapkan dapat melatih kader IPM untuk memiliki kepribadian yang kuat sesuai dengan nilai-nilai amar ma’ruf nahi munkar, meningkatkan potensi diri, mengembangkan kemampuan kepemimpinan, dan memahami nilai-nilai organisasi Muhammadiyah,” ujar Nana Juliana.

SMA Muhammadiyah 24 Grogol berkomitmen untuk terus membina generasi muda yang unggul, tidak hanya dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam karakter, dengan landasan nilai-nilai Islam yang kokoh.


Reporter: Sufahmi